Kesehatan

Stres karena Kerja Sebabkan Banyak Karyawan Kehilangan Waktu Tidur

"Jam kerja 9-to-5 kini berubah menjadi 24/7," kata konsultan kerja Kristi Daniels dari Orange County.

Stres karena Kerja Sebabkan Banyak Karyawan Kehilangan Waktu Tidur
Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Menurut survei, dari 3.200 karyawan yang dilakukan oleh CareerBuilder, setidaknya sekitar satu dari empat karyawan mengatakan, pikiran buruk tentang pekerjaan terjadi sedikitnya sekali dalam seminggu, bahkan bisa lebih.

Survei lain yang dilakukan sebelumnya, yang melibatkan lebih dari 1.400 karyawan di berbagai negara, bahkan menghasilkan angka yang lebih tinggi: tiga dari empat karyawan kehilangan tidur karena masalah pekerjaan.

Peneliti menjelaskan, itu sangat mungkin terjadi karena pekerjaan kerap memberikan tekanan bagi karyawannya, sehingga karyawan sering terjebak dalam kondisi sulit tidur karena pikiran atau stres akan pekerjaan mereka.

Kasus karyawan yang berhubungan dengan stres melompat 28 persen selama tiga tahun belakangan, menurut data dari penyedia program kesehatan karyawan Workplace Options, yang melihat data dari lebih dari 100.000 karyawan, dan memiliki kepentingan dalam membantu karyawan mengatasi stres tersebut.

"Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stres kerja adalah sumber utama stres bagi orang dewasa, khususnya di Amerika. Kasus tersebut telah meningkat secara progresif selama beberapa dekade terakhir," menurut peneliti dari The American Institute of Stress.

Baca: Duduk Seharian di Kantor Bikin Anda Sulit Tidur di Waktu Malam

Salah satu alasan yang membuat kasus stres pada karyawan meningkat ialah penggunaan teknologi. Sehingga karyawan terhubung dengan pekerjaan lebih sering dari sebelumnya.

"Jam kerja 9-to-5 kini berubah menjadi 24/7," kata konsultan kerja Kristi Daniels dari Orange County. "Batas antara pekerjaan dan kehidupan menjadi kabur."

Selain itu, dalam beberapa kasus, seorang karyawan menanggung lebih banyak pekerjaan karena krisis ekonomi.

"Banyak perusahaan yang memotong jumlah karyawan selama krisis keuangan dan membebankan posisi kosong tersebut pada karyawan yang ada, dan karyawan sendiri tidak tahu apakah atasan mereka berencana untuk mengisi posisi tersebut," kata Rosemary Haefner, kepala sumber daya manusia di CareerBuilder.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved