Trans Studio Samarinda

Fraksi Partai Golkar Dorong Bentuk Pansus Trans Studio Samarinda

Menurut dia, penanganan Trans Studio Samarinda dengan kompleksitas yang ada, tidak bisa diselesaikan di level komisi saja.

TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Syarkowi V Zahry (Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kaltim) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kaltim, Syarkowi V Zahry, mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) terkait proses persetujuan pembangunan Trans Studio Samarinda.

Alasannya, prosesnya berlarut-larut dan mencakup aspek kerja Komisi IV, III, II, dan I, sehingga perlu dibentuk pansus.

"Melihat perkembangan berlarut-larutnya pembahasan dan penyelesaian seputar Trans Studio, Fraksi Golkar mengusulkan dan akan menggalang ke fraksi-fraksi lain untuk dibentuknya Pansus Trans Studio," ungkap Syarkowi, di ruang kerjanya, lantai 4 gedung D DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (21/3/2016).

Menurut dia, penanganan Trans Studio Samarinda dengan kompleksitas yang ada, tidak bisa diselesaikan di level komisi saja.

"Mengingat soal Trans Studio mencakup multiaspek. Termasuk kerja komisi 1, komisi 2, 3 dan bahkan komisi 4. Jadi semua aspek perlu diperhitungkan dengan mengutus masing-masing anggota komisi," tuturnya.

Ia menambahkan, kinerja pansus memiliki kejelasan masa tugas.

(Baca juga: Pemkot dan Pemprov Beda Pendapat Terkait Eks Lokasi Kebakaran)

"Jelas batas waktu kerjanya dan metode penyampaian serta pengambilan keputusan di forum paripurna. Saat ini diskursus soal Trans Studio makin melebar. Apalagi pascaisu seputar aspek hukum yang menggelinding di Polda Kaltim," papar anggota Komisi III DPRD Kaltim itu.

Bahkan di dalam Komisi II juga terjadi perbedaan pendapat terkait beberapa pandangan soal persetujuan dan dugaan gratifikasi.

"Bisa dipahami jika di Komisi II kemudian berkembang usulan agar soal aspek hukum diperjelas dan diselesaikan sebelum menyelesaikan substansi Trans Studio," tambahnya.

Yang juga perlu dipertimbangkan, lanjut Syarkowi, polemik di publik soal lokasi Trans Studio antara Samarinda atau Balikpapan. Hal ini, jika dibiarkan menimbulkan kontraproduktif.

"Perlu langkah konkret dan terukur agar harapan masyarakat Kaltim soal realisasi Trans Studio tidak berbuah kekecewaan. Rakyat Kaltim jangan hanya diberikan perdebatan yang ujung-ujungnya harapan palsu," kritik Syarkowi. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved