Suhu Panas Pengaruhi Distribusi Geografis Nyamuk Dengue
Taruna menjelaskan, saat ini posisi matahari sedang berada persis di ekuator atau lintasan garis khatulistiwa.
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) dapat dipengaruhi panas ekstrem.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Nunukan, Taruna Mona mengatakan, peningkatan suhu panas yang diprediksi masih berlangsung dua pekan kedepan selain menyebabkan kekeringan juga mendorong terjadinya distribusi geografis nyamuk penyebar virus dengue.
baca juga
''Selain bikin dehidrasi, bawa penyakit DBD juga. Ini kan hujan sebentar, panas lagi. Air genangan 3 - 4 hari itu penyebabnya,'' katanya, Selasa (22/3/2016).
Pemerintah Kabupaten Nunukan sejak Senin (14/3/2016) lalu menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di Kecamatan Sembakung. Tercatat sudah 72 pasien DBD yang ditangani di Puskesmas Atap sejak awal Maret.
Sebanyak 53 pasien dirawat inap di Puskesmas Atap. Sementara sisanya hanya rawat jalan.
Taruna menjelaskan, saat ini posisi matahari sedang berada persis di ekuator atau lintasan garis khatulistiwa.
Kedudukan matahari persis di lini khatulistiwa mengundang angin utara yang mengakibatkan kekeringan dan musim kemarau panjang.
baca juga
''Posisi matahari sekarang di ekuator mengarah ke utara. Dari bumi selatan ke bumi utara. Ini mengakibatkan rotasi suhu yang panas menyengat,” ujarnya.
Citra suhu atmosfer sejak 1 Maret 2016 lalu menggambarkan saat ini telah terjadi peningkatan panas mencapai 34 - 35 derajat celcius, dari suhu normal 32 - 33 derajat celcius. “Ini sudah masuk kategori ekstrim,” ujarnya.
Dia memprediksi hujan baru akan turun pada pertengahan April 2016 mendatang. Hujan masih menunggu angin timur dan selatan bertransisi menggantikan arah mata angin dari utara yang saat ini bertiup.
Melihat dampak panas menyengat yang tidak baik untuk kesehatan, dia menghimbau agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Hindari dehidrasi dengan lebih banyak konsumsi buah dan air mineral. Perbanyak air putih saja. Karena masih lama kondisi seperti ini. Kering sekali memang saat ini selagi angin yang bertiup masih angin dari utara,'' katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/nunukan_kebakaran-lahan_20160322_233020.jpg)