Ancam Hentikan Pembelian Minyak

Donald Trump Minta Arab Saudi Siapkan Pasukan Darat untuk Melawan ISIS

Donald Trump tegaskan akan hentikan pembelian minyak dari Arab Saudi dan sekutunya, jika negara-negara itu tidak sediakan pasukan darat melawan ISIS.

express.co.uk
Donald Trump akan memberlakukan politik luar negeri lebih keras, di antaranya mensyaratkan Arab Saudi agar menyiapkan pasukan darat untuk melwan ISIS. JIka tidak, maka AS akan hentikan pembelian minyak dari negara tersebut. 

KANDIDAT Presiden dari Partai Republik, Donald Trump mengatakan dirinya akan mempertimbangkan untuk menghentikan pembelian minyak dari Arab Saudi dan sekutu Arab lainnya, kecuali pemerintah Saudi menyediakan pasukan untuk melawan Negara Islam (ISIS).

Trump membuat komentar dalam sebuah wawancara panjang menyangkut kebijakan luar negeri yang diterbitkan oleh New York Times, Sabtu (26/3). Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan tentang apakah yang akan dilakukan, jika terpilih sebagai presiden?

Dia bahkan akan menghentikan pembelian minyak dari Arab Saudi dan sekutunya, kecuali mereka menyediakan pasukan darat untuk melawan Negara Islam . "Jawabannya adalah, mungkin ya," kata Trump, menurut transkrip wawancara itu.

dailymail.co.uk
Putra Mahkota Arab Saudi Alwaleed bin Talal saling mentweet dengan Donald Trump.

Trump mengatakan AS harus mendapatkan imbalbalik, karena selama ini memberikan perlindungan kepada negara-negara itu, termasuk sumber daya yang luas seperti Arab Saudi, sebagai eksportir minyak utama.

"Kami tidak mendapatkan imbal balik apapun ketika memberikan perlindungan kepada berbagai negara tersebut. Satu di antaranya adalah Arab Saudi. "

qz.com
Ivana Trump (kiri) bersama CEO DAMAC Hussain Sajwani serta Donald Trump di Dubai.

"Jikalau Arab Saudi tanpa mendapatkan jubah perlindungan dari Amerika, saya tidak pikir negera itu tidak ada seperti sekarang ini," katanya kepada Times.

Pernyataannya itu merupakan bagian dari kebijakan luar negeri "Utamakan Amerika", Trump juga mengatakan ia akan mempertimbangkan memungkinkan Jepang dan Korea Selatan untuk membangun persenjataan nuklir mereka sendiri daripada bergantung pada AS untuk perlindungan terhadap Korea Utara dan Cina.

AP Photo / Gerald Herbert/ ivarfjeld.com
Presiden Barack Obama berjabat tangan setelah menerima hadiah dari Raja Saudi Abdullah pada awal pertemuan bilateral mereka di Riyadh, Arab Saudi, Rabu 3 Juni 2009.

Wawancara telepon ini membahas masalah kebijaksan luar negeri paling panjang  Donald Trump, yang telah menghabiskan seluruh karirnya di bisnis.

Trump mengatakan dia bukan seorang isolasionis, tetapi dia menggambarkan bahwa Amerika Serikat sebagai debitur bangsa miskin yang tidak proporsional khusunya menyediakan dana aliansi internasional seperti NATO dan PBB.

Halaman
12
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved