Walikota Sidak PDAM, Kalau Rugi kok Masih Tetap Beroperasi
Selasa (29/3/2016) siang tadi, Walikota menggelar Sidak ke kantor PDAM Tirta Taman, di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Bontang Utara.
Laporan Wartawan Tribunkaltim.Co, Udin Dohang
Neni Sidak Kantor Layanan PDAM
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG -- Walikota Bontang, Neni Moerniaeni melanjutkan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah fasilitas publik di Kota Bontang pada pekan pertama menjabat sebagai Walikota.
Selasa (29/3/2016) siang tadi, Walikota menggelar Sidak ke kantor PDAM Tirta Taman, di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Bontang Utara.
Neni yang didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Bontang, diantaranya Assisten 3 Bidang Administrasi dan Umum, Syarifah Nurul Hidayati, Kabag Ekonomi, Taufik Idris, dan jajaran Badan Pengawas PDAM.
Dalam kunjungannya, Walikota memantau langsung kondisi kantor layanan dan direksi PDAM, serta meninjua proses pengolahan air bersih di Water Treatmen Plant (WTP) Induk Bhayangkara yang juga satu kawasan dengan perkantoran PDAM.
BACA JUGA:Genjot Produksi, PDAM Segera Keruk Area Sekitar Intake
Ditemui di sela kunjungan, Neni mengaku heran dengan keluhan managemen PDAM yang mengaku tiap tahun mengalami kerugian.
"Saya heran, kok bisa mereka tetap beroperasi kalau rugi sampai Rp 7 Milliar tiap tahunnya. Ternyata, karena perhitungan akuntabilitas sebenarnya tidak merugi," kata Walikota Neni.
Dari data laba rugi 3 tahun terkahir, PDAM selalu alami kerugian sekitar 4-7 Millliar tiap tahunnya.
Sejatinya, kerugian tersebut bukan dalam bentuk materil, pasalnya PDAM masih memiliki fresh money atau selisih keuntungan per tahun sekitar 2-4 Milliar.
"Kalau perhitungannya secara akuntabilitas memang rugi, karena dikurangi biaya penyusutan nilai aset yang terus tergerus tiap tahunnya. Faktanya, PDAM masih dapat keutungan dari selisih laba rugi, bisa 4 Milliar loh," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/neni-sidak-pdam_20160329_154107.jpg)