Milisi Abu Sayyaf

Mengadu pada Gubernur, Istri Sandera Menangis

Air mata Martje Vemmy Wowor, istri Juan Philip menetes ketika menyambut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Mengadu pada Gubernur, Istri Sandera Menangis
tribunmanado/alpen martinus
Martje, istri Juan Philip menunjukkan foto suami kepada Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey 

TRIBUNKALTIM.CO, TONDANO - Martje Vemmy Wowor, istri Juan Philip –satu dari 10 orang WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, selalu menangis ketika didatangi kerabat, sahabat atau tamu.

Air matanya pun menetes ketika menyambut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama rombongan di rumahnya di Tondano Utara, Minahasa, Sulawesi Utara.

Martje makin menangis ketika menceritakan kali pertama mendapatkan kabar suaminya, Juan Philip ikut diculik kelompok milisi Abu Sayyaf, saat kapal yang tempatnya bekerja bergerak dari Kalimantan Selatan menuju Filipina, pekan lalu.

Olly datang bersama Wagub Steven Kandouw dan pejabat lainnya.

BACA JUGA: Dia Bilang 'Saya Ditahan. . .' Setelah Itu Putus

"Waktu hari Minggu suami saya telepon, melalui tetangga dan ternyata dia bersama sembilan orang lainnya dari Indonesia diculik. Dia mengatakan sehat-sehat saja," kata Martje, Rabu (30/3/2016).

Sejak saat itu, pihak perusahaan selalu memberi kabar, sebab penyandera hanya menghubungi pihak perusahaan, yakni pemilik kapal tunda (tugboat), pengangkut batu bara.

Suaminya sudah bekerja sebagai Chief Officer di kapal milik perusahaan Patria Maritim Lines selama satu tahun. Ini sudah kali kedua, suaminya akan ke Filipina.

“Kami dari keluarga hanya menginginkan suami saya kembali bersama dengan keluarga, tolong doakan supaya semuanya lancar," ujar Martje.

BACA JUGA: Ternyata Tugboat yang Disandera Milisi Abu Sayyaf Berasal dari Banjarmasin

Ia mengatakan, perusahaan sudah menyanggupi untuk memberikan uang tebusan kepada penyandera, yang meminta sekitar 50 juta peso.

"Katanya mereka minta tebusan Rp 15 miliar dan perusahaan sudah menyanggupi itu, dan kami sudah menyerahkan semuanya kepada negara," kata dia.

Semua keluh kesah dan harapan tersebut didengarkan Gubernur Olly Dondokambey.

"Kami mengunjungi keluarga melakukan komunikasi untuk mengetahui keadaan keluarga, juga apa langkah-langkah yang sudah diambil pihak perusahaan," ungkap Gubernur Olly.

Hari Kamis (31/3/2016) ini Gubernur Olly akan berangkat ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan perusahaan dan Kementerian Luar Negeri untuk mendapatkan informasi kondisi warga Sulawesi Utara yang diculik.

BACA JUGA: Pelaku Peledakan Bertahan di Gedung Skyline Bawa Senjata Api

"Kami juga akan memanfaatkan komunikasi yang baik selama ini antara Sulawesi Utara dan Filipina untuk menyelesaikan masalah ini dan memenuhi harapan keluarga terhadap pembebasan bisa cepat selesai," ujar dia.

Ia akan meminta Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan TNI, Polri untuk bisa mengawasi perbatasan. "Supaya nanti banyak kapal yang diberikan juga untuk mengawal laut Sulawesi," kata Olly, politisi PDIP.

Sebelum pulang, Gubernur Olly memberikan sejumlah bantuan dana untuk keluarga korban penculikan.

Halaman
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved