Lingkungan

6 Pulau di Kepulauan Seribu Hilang, Ini Akibat Abrasi atau Reklamasi?

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Zaenal Muttaqin memastikan hilangnya enam pulau tersebut karena kegiatan reklamasi.

6 Pulau di Kepulauan Seribu Hilang, Ini Akibat Abrasi atau Reklamasi?
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Reklamasi pantai utara Jakarta dinilai pegiat lingkungan hidup akan merusak ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan hidup di sekitarnya. Selain itu, berpotensi menimbulkan banjir dan rob. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Hilangnya enam pulau di Kepulauan Seribu, hingga saat ini masih menjadi misteri dan teka-teki apakah akibat abrasi atau karena kegiatan reklamasi yang masif terjadi selama puluhan tahun di Teluk Jakarta.

Keenam pulau yang hilang tersebut adalah Pulau Ubi Besar seluas 2,7 hektar, Pulau Ubi Kecil seluas 0,3 hektar, Pulau Salak/Nyamuk seluas 2,3 hektar, Pulau Nyamuk Besar seluas 2,5 hektar, Pulau Dakun seluas 0,6 hektar, dan Pulau Anyer Kecil seluas 0,55 hektar.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Zaenal Muttaqin memastikan hilangnya enam pulau tersebut karena kegiatan reklamasi. Pasir di pulau-pulau tersebut, menurut Zaenal dimanfaatkan untuk menguruk laut di Pantai Utara Jakarta.

"Meskipun para pengembang yang terlibat pembangunan reklamasi mencantumkan pasir yang mereka 'keruk' berasal dari Serang, Krakatau, dan Bangka dalam Amdal (analisis dampak lingkungan)-nya, kenyataan di lapangan berbeda," papar Zaenal kepada Kompas.com, Senin (4/4/2015).

Baca: Tinggalkan Reklamasi, Saatnya Hidup di Atas Air

Zaenal mencurigai lalu lintas kapal pengeruk yang ulang-alik hanya dalam waktu enam jam sebagai konfirmasi bahwa para pengembang mengeruk pasir tak jauh dari Pantai Utara Jakarta alias di Kepulauan Seribu.

Pengerukan pasir tersebut, kata Zaenal, masih terus berlangsung. Padahal, tambah dia, Bupati Kepulauan Seribu terdahulu yakni Tri Djoko Sri Margianto, sudah melaporkan aksi pengerukan pasir yang ditengarai dilakukan PT Kapuk Naga Indah kepada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 9 Maret 2015.

"Sayangnya sejak saat itu, Bupati Tri diganti," cetus Zaenal.

Adapun PT Kapuk Naga Indah merupakan salah satu perusahaan yang mendapat konsesi membangun lima pulau, yaitu A, B, C, D, dan E, dengan luas 5.100 hektar.

Kelima pulau ini merupakan bagian dari 17 pulau reklamasi di pesisir Jakarta yang dikerjakan sejumlah pengembang raksasa.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved