Awas Demam Berdarah Dengue

Dana KLB tak Kunjung Cair, Fogging pun Dihentikan

Pemerintah siap menggelontorkan dana tidak terduga sebesar Rp 250 juta untuk penanggulangan KLB DBD.

Dana KLB tak Kunjung Cair, Fogging pun Dihentikan
tribunkaltim.co/muhammad alidona
Warga kompleks Perumahan HER 2 urunan untuk melakukan fogging mandiri tanpa menunggu Pemerintah. Lantaran daftar antrean fogging di Kelurahan maupun Dinas Kesehatan panjang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pasca ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) oleh Pemprov Kaltim, Februari lalu, Pemkab Kutai Timur langsung mengambil sikap.

Pemerintah siap menggelontorkan dana tidak terduga sebesar Rp 250 juta untuk penanggulangan KLB DBD.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kutim langsung gencar melakukan tindakan penanggulangan DBD, diantaranya menggelar fogging massal di beberapa daerah endemik. Seperti Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Bengalon serta Teluk Pandan.

Kampanye gerakan 3M plus membagikan abate ke masyarakat.

Alhasil, Maret 2016 langsung terjadi penurunan angka penderita DBD dari 395 penderita pada Januari dengan 2 penderita meninggal dunia menjadi 341 penderita pada Februari dengan 5 orang meninggal.

Baca: Saya Kader Jumatik tapi Keluarga juga Kena DBD, Rasanya Berat. . .

Pada Maret kemarin, angka penderita turun menjadi 156 orang dengan 1 penderita meninggal dunia.

Namun, hingga kini dana KLB tak kunjung cair. Alhasil, setelah melakukan beberapa kali fogging massal, Dinas Kesehatan Kutim terpaksa menghentikan kegiatan fogging.

Sambil menunggu pencairan dana KLB, hanya dilakukan fogging fokus (di daerah endemik saja). Dengan menggunakan dana talangan kegiatan Dinas Kesehatan Kutim.

"Kami sudah berutang cukup banyak untuk melakukan kegiatan penanggulangan wabah DBD. Terutama untuk kegiatan fogging yang operasionalnya sudah mencapai Rp 85 jutaan serta pembelian abate Rp 40 juta. Untuk fogging massal kami hentikan dulu, sambil menunggu pencairan dana KLB," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Aisyah didampingi Kabid Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, M Yusuf, Senin (4/4/2016).

Baca: 10 Korban Meninggal, KLB Demam Berdarah Mengancam Balikpapan

Satu korban meninggal pada Maret 2016 lalu, warga Desa Susuk, Kecamatan Sandaran. Dari informasi yang diperoleh, warga tersebut dibawa ke Puskesmas Sangkulirang sudah dalam keadaan kritis, sehingga tak dapat tertolong.

"Diperkirakan DBD, karena belum diperiksa secara mendetail. Dari hasil pemeriksaan RDT, positif DBD. Senin tim dari Dinas Kesehatan Kutim turun ke desa Susuk untuk melakukan sosialisasi DBD dan fogging massal," ungkap Yusuf.

Meski sudah diakui mengalami penurunan angka penderita, namun status KLB DBD di kabupaten Kutim tetap berlangsung. "Masih KLB. Karena tingkat penderitanya juga masih tinggi tiap bulannya," ujar Yusuf. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved