Senin, 13 April 2026

Berita Eksklusif

Wakapolres Terkejut Ada Sel yang Lebih Mirip Kamar Kos Ketimbang Ruang Tahanan

Lambang bendera Korea Selatan, tulisan grup musik terkenal Linkin Park memeriahkan ruangan.

TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Operasi Bersinar di Rutan Klas II B Balikpapan, Rabu (13/4/2016). Ruangan seluas 3x4 meter lebih mirip kamar kos ketimbang ruang tahanan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tidak selamanya sel tahanan itu jorok. Pemandangan tersebut tampak dari sel nomor 2 Blok C Rutan Klas IIB Balikpapan, Rabu (13/4/2016).

Sel berkapasitas dua orang, namun hanya ada satu penghuni. Ruangan yang luasnya 3x4 meter itu sangat berbeda dibanding ruang tahanan lainnya. Bahkan ruangan tersebut lebih mirip kamar kos daripada ruang tahanan.

Aroma pengharum ruangan tercium dari dalam sel tersebut. Lampu-lampu kecil warna hijau dan biru menerangi ruangan yang beralaskan karpet. Dindingnya berhiaskan warna-warni dengan gambar-gambar unik.

Lambang bendera Korea Selatan, tulisan grup musik terkenal Linkin Park memeriahkan ruangan.

Saat razia operasi Bersinar di rutan, Wakapolres Balikpapan Kompol Yolanda Evelyn Sebayang tampak terkejut melihat sel tersebut. Ia tak menyangka ada satu sel eksklusif yang rapi dan lengkap dengan kipas angin.

Baca: Anjing Pelacak Unit K9 Ikut Operasi Narkoba di Lapas

"Saya agak surprise dengan salah satu sel. Tadi saya agak bingung, saya sempat tanyakan ke pihak rutan mengapa ada kamar yang beda, apakah mereka berhak dekorasi sendiri. Mungkin akan kita tanyai lebih lanjut. Sepertinya mereka difasilitasi dan beda dengan kamar yang lain. Yang lainnya menumpuk, tapi dia kamar sendiri dan kondisinya tidak seperti sel. Padahal mereka sama-sama narapidana," ungkapnya

Kepala Rutan Budi Prajitno mengakui adanya satu sel yang terlihat unik di Blok C. Ia menampik dugaan sengaja memfasilitasi sel tersebut. Pihaknya memang secara khusus dipersiapkan untuk pendamping warga binaan.

Selain itu, sel yang berukuran kecil dengan kapsitas dua orang tersebut diperuntukkan bagi narapidana yang teridentifikasi penyakit menular, sehingga perlu disendirikan dari tahanan lainnya.

Penghuni sel tersebut diketahui bernama Hariadi (37), narapidana kasus narkoba. Ia divonis hukuman 5 tahun dan telah menjalani 3 tahun masa kurungan.

Menurut Budi, Hariadi memiliki kreativitas dalam kerajinan tangan. Budi tak melarang warga binaan berkreasi menyalurkan bakatnya selama tidak mengganggu kenyamanan penghuni lain.

Baca: Bandar Narkoba Lintas-Pulau Brigpol Amir Mahmud Kini Mendekam di Sel Isolasi

"Pembinaan narapidana ini kan kita juga ada untuk pengembangan potensi. Seseorang yang kreatif dalam bidang seni dan musik kita salurkan sesuai dengan kemampuan yang ada. Kalaupun yang bersangkutan itu berkreasi dalam kerajinan tangan, ya semuanya kita dukung," ujarnya.

Karena keahlian Hariadi itu, pihak rutan berencana mempersiapkan dia sebagai pendamping warga binaan. Namun masih harus dilihat bagaimana progresnya selama menjalani masa tahanan.

"Kita perlu usahakan untuk pendamping, karena memang ada pembinaan kerajinan tangan. Dari pusat juga ada pameran kerajinan tangan narapidana. Kitapun mengirim juga, seperti kerajinan songket yang dihasilkan warga binaan wanita juga ada," ucapnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved