Bahas Pembangunan, Kasmidi Kumpulkan Warga Sangatta Selatan

Begitu pula dengan eks lokalisasi Kampung Kajang‎, sejalan pencanangan dari Pemprov Kaltim untuk penutupan seluruh lokalisasi di Kaltim.

TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Rapat koordinasi pembangunan Kecamatan Sangatta Selatan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang. 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kecamatan Sangatta Selatan, yang telah berpuasa dalam pembangunan selama lima tahun, akhirnya bisa kembali dibangu‎n setelah sebagian kawasannya lepas dari wilayah Taman Nasional Kutai (TNK).

Jumat (15/4/2016) siang, Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang, yang merupakan salah satu warga yang dibesarkan di kecamatan Sangatta Selatan, mengumpulkan seluruh elemen masyarakat kecamatan Sangatta Selatan. Mulai camat, kepala desa, lurah, ketua RT, dan para tetua di ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.

Mereka diajak berembuk dalam rencana persiapan pembangunan Kecamatan Sangatta Selatan.

"Sangatta Selatan selama ini jauh tertinggal dibanding kecamatan lainnya, sejak ada larangan pembangunan di wilayah TNK. Hingga akhirnya Pemkab Kutim mengusulkan enclave dan disetujui pada 2013 akhir. Namun dari usulan 17 ribu hektar, hanya disetujui 7.800 hektar. Itu patut disyukuri, karena akhirnya bisa membangun," kata Kasmidi.

Dalam perjalanannya, ada kelompok tani menghibahkan lahannya untuk pusat perkantoran Kecamatan Sangatta Selatan. ‎Selain kantor camat, juga akan dibangun KUA, Polsek, dan Koramil dalam satu lingkungan.

"2016 ini, ‎anggaran sudah mulai masuk untuk Sangatta Selatan. Mulai jembatan penghubung antara Sangatta Selatan dan Sangatta Utara hingga fasilitas publik lainnya," ujar Kasmidi.

(Baca juga: Dana Minim, KONI Tak Bisa Gelar Pra Porprov)

Pemkab Kutim juga berencana membangun satu masjid yang ‎sedikit megah, untuk menjadi ikon. Termasuk segera membenahi Pasar Sangatta Selatan.

Begitu pula dengan eks lokalisasi Kampung Kajang‎, sejalan pencanangan dari Pemprov Kaltim untuk penutupan seluruh lokalisasi di Kaltim.

"Ada masyarakat yang selama ini bergantung dari aktivitas lokalisasi tersebut. Rapat ini juga sekaligus merumuskan, mau dijadikan apa lokasi tersebut. Apakah sarana olah raga, wisata kuliner, atau apapun itu. Untuk mencegah tumbuhnya kembali Kampung Kajang-Kampung Kajang kecil," ungkap Kasmidi.

‎Kecamatan Sangatta Selatan luasnya 14.671 hektar dengan jumlah penduduk 22.572 jiwa‎ dan memiliki tiga desa dan satu desa yang sudah ditingkatkan menjadi kelurahan. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved