Sudah 180 Hari Bangkai Kapal tak Dievakuasi

KLM Ilham Putra ini kandas sejak 22 November 2015. Hingga kini, pemilik kapal yang diketahui bernama Abdul Azis belum melakukan evakuasi.

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Kapal Layar Motor Ilham Putra sudah 180 hari kandas di perairan Sukan. Kapal yang mengangkut 600 ton pupuk ini dikhawatirkan akan menimbulkan pencemaran sungai jika kemasan pupuk rusak. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Hari Senin (25/4/2016) ini merupakan hari ke-180 setelah Kapal Layar Motor (KLM) Ilham Putra yang mengangkut 600 ton pupuk, kandas di perairan Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung.

Hari ini juga merupakan tenggat waktu bagi pemilik kapal maupun pemilik muatan diminta untuk mengevakuasi bangkai kapal.

Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda kapal tersebut bakal dievakuasi, baik oleh pemilik kapal maupun pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Redeb.

Padahal, pupuk sebanyak 12.000 karung tersebut diketahui merupakan jenis pupuk NPK yang mengandung nitrogen, fosfor dan kalium yang dikhawatirkan akan menyebabkan pencemaran sungai.

KLM Ilham Putra ini kandas sejak 22 November 2015. Hingga kini, pemilik kapal yang diketahui bernama Abdul Azis belum melakukan evakuasi.

Baca: Empat Bulan KLM Ilham Putra Kandas di Sukan Belum Dievakuasi, Ada Apa?

Karena dianggap mengancam lingkungan, Bupati Berau Muharram meminta instansi terkait segera bertindak.

“Itu (muatan kapal) sangat berbahaya, perlu secepatnya dikondisikan supaya tidak semua muatan pupuk tenggelam di dalam air,” kata Muharram kepada para wartawan, Senin (25/4/2016).

Muharram mengaku belum mendapat informasi secara mendetail tentang keberadaan kapal yang mengangkut 600 ton pupuk tersebut.

“Saya akan cari informasi terakhir seperti apa, kita perintahkan pihak berwenang untuk mengevakuasi jangan dibiarkan. Kalau memungkinkan ditarik ya segera ditarik, cari kapal tongkang supaya pupuk tidak tenggelam. Kalau pupuk nya berbahaya, maka perlu tindakan cepat,” tandasnya.

Sekadar diketahui, sejak tenggelam pada bulan November 2015 lalu, muatan berupa pupuk tersebut sudah terendam di dasar air. 12.000 karung berisi pupuk tersebut tersegel dalam kemasan plastik kedap air. Namun karena sudah terlalu lama berada di dalam air, dikhawatirkan kemasan plastik akan lapuk da nisi pupuk di dalamnya mengontaminasi air sungai.(*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved