Jatam Kritik Kepala Teknik Tambang Harusnya Selalu Ada di Lokasi
Ia pun meminta agar ada pengusutan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait meninggalnya Sunarji, pekerja tambang CV Anugrah.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tak ada Kepala Teknik Tambang CV Anugrah saat terjadinya kejadian meninggalnya seorang pekerja perusahaan tersebut juga dikomentari Dinamisator Jatam Kaltim Merah Johansyah.
"Semestinya KTT jangan terlalu banyak di luar, lebih banyak di lokasi tambang, mengurus tambang, dan lainnya," ujarnya, Senin (25/4/2016).
Ia pun meminta agar ada pengusutan lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait meninggalnya Sunarji, pekerja tambang CV Anugrah, yang tutup usia akibat tanah longsor di kawasan tambang CV Anugrah yang berlokasi di Makroman, Samarinda.
"Kepolisian harus lakukan pengusutan mengapa bisa terjadi longsor. Bisa saja ada indikasi kelalaian sehingga ini bisa terjadi," katanya.
Baca: Distamben Belum Terima Laporan Resmi Soal Pekerja yang Kejepit Ekskavator dari Perusahaan Tambang
Ia pun turut mengomentari pelaporan meninggalnya pekerja CV Arjuna yang hanya dilakukan melalui telepon kepada Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim.
"Kalau hanya melapor melalui telepon, ini berarti mereka (perusahaan) terlalu menganggap remeh nyawa seseorang," ujarnya.
Sebagai informasi, diketahui kejadian meninggalnya pekerja CV Arjuna oleh Distamben Kaltim terjadi usai diterimanya laporan oleh perusahaan tersebut.
Baca: Sunardi Tewas di Area Tambang, Diduga Tertindih Ekskavator
Namun, laporan awal itu bukanlah dalam bentuk surat resmi maupun kedatangan langsung pihak CV Arjuna ke Kantor Distamben Kaltim, melainkan melalui sambungan telephone. Hal ini dikarenakan KTT CV Arjuna masih berada di Bandung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/merah-johansyah_20160426_144001.jpg)