Sampel Daging Lumba-lumba Hidung Botol yang Ditemukan Mati Dikirim ke LIPI

Dari catatan BKSDA akhir bulan Maret sampai April 2016 tercatat 5 lumba-lumba dengan berbagai jenis terdampar.

Sampel Daging Lumba-lumba Hidung Botol yang Ditemukan Mati Dikirim ke LIPI
HO-Dok Polairud
Lumba-lumba Hidung Botol yang ditemukan mati di Teluk Balikpapan, Rabu (27/4/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penemuan bangkai satwa laut yang dilindungi kembali terjadi, seekor lumba-lumba Hidung Botol ditemukan mengambang di perairan Teluk Balikpapan Rabu (27/4/2016).

Kejadian berawal saat masyarakat yang biasa menggunakan jasa transportasi air di pelabuhan speedboat melihat ada ikan mengambang di bawah bangunan.

Setelah diperhatikan ternyata bentuknya terlihat seperti lumba-lumba sehingga dilaporkan ke kepolisian perairan polres Balikpapan.

BACA JUGA: Prioritaskan yang Paling Mungkin Selamat

Mendapat laporan masyarakat Polair segera berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Pontianak Satuan Kerja Balikpapan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Kaltim.

"Setelah kami periksa, benar ada lumba-lumba mengambang karena kita tidak paham penanganannya langsung kordinasi ke BPSPL dan BKSDA," kata Kapolres Balikpapan AKBP Jeffry Dian Juniarta melalui Kasat Polair Balikpapan AKP Teguh Sunyoto.

Selama menunggu kedatangan petugas BPSPL dan BKSDA Polair terus memantau hingga bangkai lumba-lumba tersebut terbawa arus air ke kawasan pantai kilang mandiri.

Setelah datang pola evakuasi dilakukan dengan mengikat badan ikan dengan tali lalu dibawa ke pinggir pantai. "Bobotnya berat di atas 50 kilogram jadi kita ikat tali bawa ke daratan untuk diperiksa," ujar Teguh.


Lumba-lumba Hidung Botol yang ditemukan mati mengapung di Teluk Balikpapan, dibawa ke daratan untuk pemeriksaan. Sampel daging kemudian dikirim ke LIPI untuk diteliti lebih lanjut. (HO-Dok Polairud)

Usai diukur fisik badan satwa dilindungi ini serta diambil sampel daging, segera dikubur di sekitar lokasi pengangkatan untuk menghindari pembusukan dan aroma tak sedap yang mengganggu masyarakat sekitar.

"Laporan masuk sekitar pukul 08.00 proses cukup singkat dan langsung kami kubur di pantai sekitar pengangkatan," kata perwira 3 balok di pundak ini.

BACA JUGA: Diduga Menabrak Kapal, Paus Raksasa Ini Mati Terdampar di Pantai

Setelah kejadian ini menurut teguh pihaknya mendapat undangan dari BPSPL untuk acara bimbingan teknis penanganan mamalia laut terdampar.

"Rentang waktu yang cukup dekat akhirnya tadi BPSPL mengadakan acara bimtek tujuannya kedepan ketika ada kejadian yang sama dapat segera mendapat penanganan tidak harus menunggu," katanya.

Halaman
Penulis: Rudy Firmanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved