Berita Eksklusif

Bupati Yusran Perintahkan Kadisdikpora Bangun Kelas Baru

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar memerintahkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membangun ruang kelas baru.

TRIBUN KALTIM/SAMIR
Murid-murid SDN 026 PPU belajar di ruang perpustakaan mereka yang sempit, Senin (2/5/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar memerintahkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membangun ruang kelas baru untuk SDN 026 PPU.

Ia berharap persoalan kekurangan ruang kelas di sekolah tersebut bisa diatasi.

Usai memimpin Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan upacara Kantor Bupati, Senin (2/5/2016), Yusran meminta kepada Kadisdik Marjani menghitung anggaran yang dibutuhkan.

"Coba kamu hitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun RKB di sekolah itu. Kalau perlu seluruh sekolah yang masih kekurangan RKB. Kira-kira berapa anggaran yang dibutuhkan," ujar Yusran kepada Marjani yang mendampingi.

Kepala Disdikpora PPU Marjani mengatakan, jumlah RKB yang dibutuhkan untuk sejumlah sekolah yang masih kekurangan mencapai 90 RKB dengan anggaran keseluruhan mencapai puluhan miliar. Namun yang paling prioritas adalah pembangunan SD 026 Penajam dan SD 014 Nipah-nipah serta SDN 15 Babulu.

Baca: Banyak Cetak Siswa Berprestasi tapi Ruang Kelas jadi Langganan Banjir

Untuk SDN 026 Penajam, Disdikpora telah mengusulkan pembangunan SDN 026 PPU. Bahkan usulan ini telah disampaikan sejak anggaran 2015 dan 2016, namun tak kunjung disetujui karena dianggap belum prioritas.

Dikemukakan, sudah dua tahun diusulkan namun TPAD dan Banggar DPRD PPU menilai bahwa pembangunan SD 026 belum dianggap prioritas.

"Saya juga tidak tahu, apa alasan kok tidak dianggap belum prioritas. Kami usulkan APBD 2015 tapi ditolak, kemudian diajukan lagi di APBD 2016 tapi tetap tidak diakomodir," jelasnya.

Padahal lanjut Marjani, perencanaan untuk pembangunan sekolah tersebut sudah disiapkan. Dalam perencanaan tersebut anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 3,8 miliar, namun setelah tiga tahun kemungkinan sudah mencapai Rp 4 miliar lebih. Ia mengatakan, rencananya sekolah tersebut akan dibangun 6 ruang belajar dan berlantai 2.

Ia kembali mengajukan anggaran di APBD 2017 mendatang, dan akan dimasukkan dalam rencana strategi Disdikpora, sehingga pembangunan sekolah tersebut masuk dalam skala prioritas.

Mengenai rencana untuk memindahkan di sekolah yang sudah dibangun di Jalan CPO, Marjani mengatakan, setelah dilakukan kajian relokasi tersebut dibatalkan, dengan alasan cukup jauh dengan lingkungan masyarakat.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Plt Sekkab PPU, Tohar enggan disalahkan tidak masuknya anggaran untuk pembangunan SDN 26 Penajam selama dua tahun berturut-turut.

"Tidak boleh menyalahkan TAPD atau Banggar. Kami tidak pernah mencoret anggaran SKPD," tegasnya.

Seharusnya kata Tohar, Disdikpora memilah program yang dianggap prioritas termasuk dalam pembangunan RKB. Karena yang bisa mengetahui program apakah itu prioritas atau tidak, adalah Disdikpora sendiri. "Jadi jangan menyalahkan kami yang mencoret," katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved