Travelling dan Kuliner

Kantor Penyewaan Alat Berat Disulap Jadi Bisnis Yellow Duck Cafe

Awalnya bangunan tersebut akan dijadikan kantor dari perusahan penyewaan alat berat yang dijalankan sang ayah, namun berganti setelah bisnis tersebut

Kantor Penyewaan Alat Berat Disulap Jadi Bisnis Yellow Duck Cafe
TRIBUN KALTIM/ARIDJWANA
Suasana Yellow Duck Cafe, sebuah kafe yang menawarkan suasana homy yang nyaman, di kawasan Sungai Ampal, Balikpapan Selatan, Kaltim. 
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Amanda Liony
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terjun dalam bisnis tambang dan batu bara di Kalimantan memang tak selamanya manis.
Dulu bisnis ini banyak dipilih masyarakat Kaltim sebagai perkerjaan yang menjanjikan, namun tidak untuk sekarang. Satu diantaranya adalah Audy Novenda yang sempat merasakan bagaimana sulitnya menjalankan bisnis penyewaan alat berat milik ayahnya, saat ini dia pun memutar haluan menjadi pengusaha kafe.

Berbekal bangunan rumah toko yang telah dimiliki, berada di kawasan Jalan Sungai Ampal, RT 54 nomor 47, Balikpapan Selatan, Kaltim, Audy, begitu pria ini disapa memilih menjalankan bisnis kafe bernama Yellow Duck Cafe sejak Februari lalu.

Awalnya bangunan tersebut akan dijadikan kantor dari perusahan penyewaan alat berat yang dijalankan sang ayah, namun berganti setelah bisnis tersebut dianggap tak lagi menyenangkan.
"Bangunan ini sudah dibeli sejak setahun yang lalu. Namun karena usaha batu bara mulai terasa menurun sejak akhir 2014, dan banyak kontrak yang tidak dilanjutkan. Akhirnya saya dan kakak saya berpikir untuk mencari bisnis yang kira-kira cukup menjanjikan di Balikpapan," tuturnya pada Tribun.

Audy sendiri mengaku, dia dan keluarganya tak memiliki pengalaman bisnis kuliner. Berbekal niat dan sedikit nekat, dia memutuskan untuk mengubah jalur, setelah melihat Balikpapan memberikan cukup peluang bagi pengusaha kuliner.

Yellow Duck Cafe berkonsep kafe dengan suasana ala rumah yang nyaman. Interiornya didominasi kayu, dilengkapi dengan sofa di bagian sudut ruang. Bahkan, suasana kuning khas Yellow Duck sedikit menghiasi sudut kafe termasuk di area bar, area khusus membuat minuman.

Pajangan besar berbentuk bebek kuning pun ikut terpampang di salah satu dinding. Seperti menyambut pengunjung, dan memberi citra bahwa kafe tersebut sesuai dengan namanya.

Diakui Audy, semua kursi dan meja kayu yang ada didatangkan langsung dari Jepara. Kendati dibanderol ongkos kirim yang tak murah, namun menurutnya kualitas adalah jaminan barang tersebut.

Tak heran jika, modal awal dalam membuka Yellow Duck Cafe ini membutuhkan biaya yang tak sedikit. Selain kursi dan meja, modal juga dihabiskan untuk menyiapkan mesin kopi dan grinder kopi (penghalus biji kopi). Sesuai dengan konsep, kedua mesin tersebut menyematkan warna kuning di beberapa sudutnya.

Audy sendiri, mengaku dirinya juga terbantu dengan bantuan seorang kawan, yang kini bertugas sebagai seorang barista di Yellow Duck Cafe miliknya.

"Kebetulan punya teman yang dulu sama-sama bersekolah di Singapura. Dia pun membantu saya menyiapkan menu minuman untuk disajikan pada pengunjung," jelas pria kelahiran Bogor, 28 tahun silam.

Menu makanan pun beragam, tak hanya berkonsep kebaratan, Yellow Duck Cafe juga menyediakan menu ala Indonesia, mulai bakso, mie goreng dan makanan kecil lainnya, begitu juga untuk minuman.

Kendati memiliki mesin kopi dan grinder kopi, bukan berarti Yellow Duck Cafe menyajikan kopi sebagai menu utama. Banyak minuman lain yang juga ditawarkan di tempat yang ramai saat akhir pekan ini.

Untuk harga makanan, dibanderol mulai Rp 25 ribu sampai Rp 70 ribu, sementara untuk minuman mulai dari Rp 9 ribu sampai Rp 30 ribu. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Amanda Liony
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved