Kesehatan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Benci Hari Senin

Menurut para ilmuwan, mengambil jam tidur ekstra di akhir pekan hanya akan membuat Anda lebih lelah.

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Benci Hari Senin
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Di balik istilah “I Hate Monday” ternyata tersimpan alasan ilmiah dari para ahli. Bila Anda mengalami sindrom ini, baca dulu apa saja penyebabnya.

Perubahan pola tidur di akhir pekan
Perubahan waktu tidur, walau hanya satu jam, dinilai bisa mengganggu siklus dalam tubuh. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, dan memutuskan untuk “tidur sepanjang hari” kala akhir pekan, demi mengganti waktu tidur yang hilang selama hari kerja.

Menurut para ilmuwan, mengambil jam tidur ekstra di akhir pekan hanya akan membuat Anda lebih lelah, sehingga membuat Anda kesulitan untuk bangun pagi hari di hari Senin.

Bagaimanapun, utang tidur tak akan bisa tergantikan. Cara untuk menggantinya adalah tidur yang cukup dalam beberapa malam ke depan.

Baca: Supaya tak I Hate Monday, Begini Caranya Mengubah Mood Buruk di Awal Pekan

Kenyamanan sosialisasi
Manusia adalah makhluk sosial dan merasa senang jika merasa nyaman dan aman di lingkungannya. Seringkali, lingkungan di rumah terasanya lebih nyaman dan aman ketimbang di kantor, sehingga ada rasa enggan untuk kembali bekerja di hari senin.

Untuk itu, menurut para ilmuwan, bergosip dengan rekan kerja bisa menjadi bagian penting untuk bisa membentuk ikatan lebih dengan lingkungan kantor.

Setidaknya bisa membuat Anda merasa “diterima” dan bersemangat untuk bertemu dengan lingkungan lain selain rumah.

Pergantian waktu
Walau semua hari kerja umumnya sama-sama menegangkan, tetapi ketika ilmuwan meminta orang untuk mengingat hari yang terburuk, mereka selalu mengatakan hari Senin.

Ini mengacu pada fakta bahwa ada pergeseran emosional yang cukup besar dari Minggu (akhir pekan) ke hari Senin (hari kerja). Jadi tidak peduli apapun itu, Senin akan selalu tampak seperti hari yang paling buruk dalam seminggu.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved