Sabtu, 25 April 2026

Warga Lebih Suka Gunakan Air Sungai, Pelanggan PDAM Berkurang Drastis

Fasilitas PDAM sudah cukup memadai dan sanggup melayani ribuan pelanggan, malah masyarakatnya yang enggan menggunakan air bersih PDAM tersebut.

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Sebuah kapal ketinting melintas tak jauh dari instalasi PDAM “Danum Benuanta” Kabupaten Bulungan di Sungai Selor, Rabu (11/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Masalah distribusi air bersih di Kabupaten Bulungan cukup beragam.

Ada wilayah yang warganya sangat mendambakan air bersih seperti di seputaran Jalan Sabanar Lama, Selimau, tapi fasilitas PDAM di wilayah tersebut belum memadai.

Tapi ada juga warga seperti di Kecamatan Sekatak, yang fasilitas PDAM sudah cukup memadai dan sanggup melayani ribuan pelanggan, malah masyarakatnya yang enggan menggunakan air bersih PDAM tersebut.

Alasannya, warga merasa lebih nyaman menggunakan air sungai yang ada di wilayah tersebut.

Walau mengaku tidak hapal jumlah pasti, Bupati Bulungan Sudjati kepada Tribunkaltim.co, Rabu (11/5/2016) mengatakan, jumlah pelanggan PDAM yang berkurang di Kecamatan Sengkatak mencapai ratusan.

BACA JUGA: BREAKING NEWS – Lima Bulan tak Dapat Air, Warga Datangi PDAM

“Masyarakat kita kadang terlalu manja juga. Seperti di Sekatak, didirikan PDAM, disambungkan meterannya gratis. Tiba bayarnya nggak mau. Pelanggan dulu seribuan jadi sekitar ratusan saja. Malah berkurang,” katanya.

Kondisi seperti ini menurutnya jelas merugikan PDAM. Operasional perusahaan tetap seperti semula, tapi kontribusi yang didapat dari pelanggan tidak maksimal.

Namun dalam hal ini, dia mengaku tak sepenuhnya menyalahkan masyarakat.

Kedepannya, instansi terkait akan diminta menggencarkan sosialisasi akan pentingnya menggunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Mulai Besok, PDAM Suplai Air Bersih ke Rumah Warga Gunakan Mobil Tangki

“Sosialisasi ini harus lebih lagi. Masyarakat itu masih lebih suka lebih mengambil air di sungai,” katanya.

Untuk tarif, menurutnya juga masih lebih murah dan terjangkau. Satu meter kubiknya masih seharga Rp1.200 saja. Sejauh ini kata Sudjati, tarif PDAM belum akan naik.

Tapi kedepannya kata dia, tarif ini tentunya akan mengalami penyesuaian dengan kondisi yang ada saat ini. “Satu meter kubik itu bisa lima drum. Sebenarnya nggak begitu berat, masih murah sebenarnya,” katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved