Enclave TNK Kian Nyata, Wabup Instruksikan Bentuk Tim Terpadu

Bahkan kalau memungkinkan, bisa langsung dijalankan pada anggaran perubahan tahun ini.

HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Rapat koordinasi Pemkab Kutim bersama BPKH Kaltim dan Balai TNK membahas enclave TNK di dua kecamatan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Selagi ada kemauan, pasti selalu ada peluang dan kesempatan. Itulah petuah bijak yang mungkin tepat disematkan bagi usaha gigih Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam memperjuangkan pembangunan di Kecamatan Sangatta Selatan dan Teluk Pandan. Beberapa tahun terakhir, dua kecamatan tersebut belum tersentuh pembangunan, karena masih termasuk kawasan konservasi Taman Nasional Kutai (TNK).

Kini titik terang dan kepastian tata batas kawasan enclave (pelepasan) TNK seluas 7.816 hektare di dua kecamatan tersebut kian jelas. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor :718/Menhut-II/2014, impian masyarakat dua kecamatan ini untuk merasakan pembangunan semakin mendekati kenyataan.

“Setelah mendengarkan penjelasan dari BPKH (Badan Pengendalian Kawasan Hutan) Kaltim dan Balai TNK, ternyata proses (pelepasannya) tidak serumit yang kita bayangkan selama ini. Kita akui, kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak BPKH dan Balai TNK menjadi sebab lambatnya proses ini,” ujar Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, saat memimpin rapat koordinasi bersama BPKH Wilayah IV Kaltim, Balai TNK, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kutim, PT Pertamina, dan PT PLN (Persero) di Ruang Arau, Kantor Bupati, Rabu (11/5/2016).

(Baca juga: Kutim Kembali Kirim Wakilnya ke Tingkat Nasional, Inilah Para Pejuang Itu)

Sebagai tindak lanjut rapat dimaksud, Pemkab sesuai rekomendasi wabup akan segera membentuk tim terpadu dibawah koordinasi Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Khususnya guna menghimpun seluruh data, termasuk peta dan program pembangunan di kawasan APL (Areal Penggunaan Lain).

Selanjutnya tim dimaksud akan menginventarisir seluruh eksisting (kondisi riil di lapangan) warga mengenai status kepemilikan lahan dan bekerja sama dengan BPKH dan Balai TNK untuk mengecek kondisi sebenarnya. Sehingga rencana pelepasannya tidak ada lagi yang tertinggal. Atau setelah dilakukan pendataan tak terjadi penambahan luasan kawasan. Mengenai bagaimana mekanisme yang dilakukan, tentunya akan dibicarakan dengan BPKH dan Balai TNK.

Setelah terhimpun, sambung Kasmidi, hasilnya akan disampaikan ke BPKH untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi di lapangan. Apabila semua sudah sesuai, maka dilanjutkan dengan pelepasan kawasan APL, sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan rasa aman.

Kasmidi mengharapkan dengan adanya kepastian zonasi dalam kawasan enclave ini, proses pembangunan di dua kecamatan ini bisa segera dilaksanakan. Bahkan kalau memungkinkan, bisa langsung dijalankan pada anggaran perubahan tahun ini.

Sementara itu, Kepala Balai TNK, Nur Patria mengatakan bahwa selama itu tidak bersinggungan dengan TNK, maka dia mempersilakan masyarakat atau pemerintah melakukan pengelolaan. Tetapi jika bersinggungan langsung, wajib dibicarakan melalui pola kerja sama atau kemitraan.

“Karena data yang kami terima sudah jadi, kami tinggal melaksanakannya. Namun jika ada yang bersinggungan dengan TNK, harus dibicarakan lagi. Sehingga tidak terjadi permasalahan hukum di lapangan,” jelasnya.
Sesuai data dari Dinas Kehutanan Kutim, luasan APL yang sudah disetujui meliputi Desa Singa Geweh 517 hektar (ha), Sangatta Selatan 3.847,78 ha, Sangkima 262,12 ha, Sangkima Lama 679,35 ha. Selanjutnya Desa Teluk Pandan 1.299,06 ha, Kandolo 821,29 ha, Martadinata 419 ha.

Sementara Desa Suka Rahmat, pelepasan kawasan hutan lindungnya mencapai 370,74 ha, kemudian Desa Suka Damai 107,62 ha, yang terdiri dari 16,24 ha APL dan 91,38 ha Hutan Produksi Konservasi (HPK). Adapun Desa Danau Redan pelepasan kawasan hutan lindung menjadi HPK 465,27 ha. (*hms4/adv)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved