Selasa, 14 April 2026

Kunjungan ke Rusia

Rusia Mengeluh Soal Perizinan dan Tidak Ada Penerbangan Langsung ke Indonesia

Antara lain sistem atau regulasi perizinan yang rumit menjadi faktor keterlambatan negara Rusia menanamkan investasinya di Indonesia.

HO-DOK Veridiana Wang
Pembicaan di pertemuan Forum Bisnis ASEAN-Rusia dihadiri perwakilan negara-negara ASEAN yang hadir dalam panel session Kerja Sama Ekonomi Rusia, membahas regulasi, mekanisme pertumbuhan ekonomi di Hotel Pullman, Sochi, Rusia, (19/5/2016). 

Laporn wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, Andika Hasan, melaporkan hasil pertemuan kenegaraan di Forum Bisnis ASEAN-RUSSIA yang digelar di Hotel Pullman, Sochi, Rusia.

Kata dia dalam pertemuan itu, membahas kerjasama perdagangan dan investasi oleh negara Rusia. ‎Rusia menyampaikan ada beberapa alasan keterlambatan investasi ke Indonesia karena soal izin dan tidak ada penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia.

Dalam pertemuan yang dihadiri negara-negara ASEAN dan Rusia. Tuan rumah  Rusia, mengutus Deputi‎ Perdana Menteri Ekonomi Rusia Alex Ricachev. Sedangkan Indonesia mengutus Ruslani  ‎dari Kadin Indonesia, dalam pertemuan kerjasama bidang ekonomi.

baca juga

Hanya saja, ‎pihak Rusia menyampaikan ada beberapa kendala untuk menanamkan investasinya ke Indonesia. Antara lain sistem atau regulasi perizinan yang rumit menjadi faktor keterlambatan negara Rusia menanamkan investasinya di Indonesia.

"Kalau kita lihat Singapore dan Vietnam, Indonesia memang terlambat kerjasama perdagangan dengan Rusia. Ada beberapa hal yang jadi masalah adalah, soal perizinan. Kedua yang dikeluhkan, tidak ada penerbangan langsung dari Rusia ke Indonesia dan kurang adanya kerjasama produk-produk elektronik kedua negara," beber Andika Hasan, kepada tribunkaltim.co, usai mengikuti sesi panel kerjasama bidang ekonomi, di Hotel Pullman, Sochi, Rusia, Kamis (19/5/2016).

‎Dalam pertemuan itu, ada beberapa prioritas yang dibahas antar negara ASEAN dan Rusia. Prioritas utama, yaitu soal partnership bilateral antara negara ASEAN dengan Rusia.

"Kedua blok ini (ASEAN-Rusia) belum ada jalan keluar untuk meningkatkan kerjasama investasi ini. Nanti ada perjanjian kedua negara, untuk jalan keluar untuk membangun kerjasama kedua blok ini," kata Andika. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved