Tiga Bulan Hujan Turun Tanpa Henti, 37 Orang Tewas dan 21 Orang Hilang

Petugas telah dikerahkan untuk menyelamatkan penduduk yang terjebak di dalam rumah-rumah mereka akibat meluapnya air.

Tiga Bulan Hujan Turun Tanpa Henti, 37 Orang Tewas dan 21 Orang Hilang
CNN
Ratusan ribu penduduk mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi setelah hujan badai mengguyur Sri Lanka. 

TRIBUNKALTIM.CO, SRI LANKA - Ratusan ribu penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi setelah hujan badai mengguyur Sri Lanka.

Setidaknya 37 orang meninggal dunia dan 21 orang dinyatakan hilang setelah tiga hari hujan turun terus-menerus  selama beberapa minggu terakhir sebelum musim hujan tiba

Petugas telah dikerahkan untuk menyelamatkan penduduk yang terjebak di dalam rumah-rumah mereka akibat meluapnya air. Lapangan serta jalan-jalan terendam air banjir di seluruh daratan negeri ini.

Baca juga: Banjir Bandang Sibolangit 20 Mahasiswa Masih Hilang

Pusat Manajemen Bencana yang berbasis di Kolombo mengatakan, sebanyak 223.687 orang telah terkena dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi.

Sekitar 200.000 orang saat ini sedang di tempat penampungan sementara yang ada di seluruh negeri ini.

Di utara kota Kilinochchi dilanda intensitas air sebesar 372 milimeter (hampir 15 inchi) hujan yang turun dalam kurun waktu 24 jam, sekitar seperempat dari curah hujan tahunan di daerah ini.

Hujan menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang merusak seluruh negeri. Sebanyak 13 mayat berhasil ditemukan oleh tim penyelamat di Aranayake, Distrik Kegalle setelah tanah longsor besar melanda sejumlah desa di daerah ini.

Baca: Jembatan Penghubung Kalsel-Kaltim Putus, Satu Pengendara Tewas Terseret Banjir

Halaman
12
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved