Seni dan Budaya

Salam Khas Masyarakat yang Filosofis Menggema di Pekan Gawai Dayak

Upacara tahunan yang mengadopsi ritual ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen ini, dikemas dengan beragam rangkaian kegiatan budaya.

KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN
Peserta karnaval budaya dalam Pekan Gawai Dayak ke XXXI di Pontianak. 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - "Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata...". Salam khas masyarakat Dayak yang menjadi filosofis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ini menggema dengan lantang dari pengeras suara.

Sontak, ribuan masyarakat yang hadir serentak menjawab, “Harussss......”, sapaan itu. Jumat (20/5/2016) lalu, ribuan masyarakat yang berdatangan sejak pagi tumpah ruah memadati Rumah Radakng.

Kedatangan mereka lengkap dengan beragam aksesori dan peraga adat dalam rangkaian pembukaan Pekan Gawai Dayak ke-31 di Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca: Mau Tahu Lebih Banyak Tujuh Etnis di Kalimantan, Dayak Experience Centre Tempatnya

Upacara tahunan yang mengadopsi ritual ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen ini, dikemas dengan beragam rangkaian kegiatan budaya dan kesenian tradisional.

Secara simbolis, rangkaian PGD tahun 2016 ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, yang juga merupakan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN).

“Asa, dua, talu, ampat, lima, anam, tujuh,” ujar Cornelis menghitung jumlah pukulan Kangkuang (kentongan) dengan sangahatn (membaca rapalan doa) dalam bahasa Dayak Kanayatn.

Beragam atraksi disuguhkan dalam pembukaan yang dihadiri perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Barat, maupun dari luar. Bahkan, 180 masyarakat Dayak yang berasal dari Sabah dan Sawarak, Malaysia, turut hadir memeriahkan perhelatan akbar tahunan itu.


KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN -- Stan kerajinan khas turut memeriahkan Pekan Gawai Dayak ke-31 yang dipusatkan di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat.

Pembukaan diawali dengan tarian kolosal, dilanjutkan dengan sejumlah sambutan, dan atraksi silat. Usai rangkaian pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan parade karnaval keliling kota Pontianak.

Puluhan kendaraan hias dan ratusan masyarakat yang mengenakan pakaian tradisional turut memeriahkan rangkaian karnaval.

Baca: Menariknya Para Perempuan Dayak Tumbuk Beras di Lesung Sepan Diiringi Musik

Pekan Gawai Dayak yang memasuki tahun ke-31 ini, diselenggarakan mulai tanggal 20 hingga 27 Mei 2016, yang seluruh rangkaian dipusatkan di Rumah Radakng, Jalan Sutan Syahrir.

Sejumlah agenda kegiatan dikemas panitia untuk disuguhkan kepada masyarakat dengan aneka perlombaan permainan tradisional.

Perlombaan tersebut di antaranya lomba menyumpit, pangkak gasing, seni lukis tato, lomba tangkap babi, pahat patung dari bahan kayu, melukis perisai, lukis kanvas, menganyam manik, dan seni lukis tato.

Selain itu, juga akan dimeriahkan dengan pameran kerajinan tradisional dan kuliner, serta pementasan dan pertunjukan seni, lomba tari, lomba nyanyi lagu Dayak, lomba sastra lisan, peragaan busana, dan lomba busana kreasi anak-anak hingga tingkat dewasa. (Yohanes Kurnia Irawan)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved