Ini Alasan Lima Orangutan Dilepasliarkan di Kehje Sewen

Hutan Kehje Sewen memiliki luas 86.450 hektar. Posisinya ada di wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Pelepasan orangutan dilakukan di Samboja Lestari, pada Jumat (27/5/2016) siang. Pengiriman ke Hutan Kehje Sewen menggunakan jalur darat memakan waktu sekitar 12 jam untuk bisa tiba di lokasi pelepasliaran. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Alasan dipilihnya Hutan Kehje Sewen sebagai lokasi habitat orangutan karena dianggap tempat yang ideal bagi proses peningkatan kualias kehidupan orangutan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur, Sunandar Trigunajasa, menjelaskan, saat orangutan dilepas ke alam hutan liar, maka akan memperoleh habitat asli.

"Taruh di tempat yang alami akan semakin sehat. Bisa mencari makan kesukaan di hutan. Dapat hidup di tempat aslinya," kata Sunandar.

Dia menambahkan, seperti manusia ketika biasa makan nasi lalu pindah tempat yang hanya tersedia makanan keju, tentu saja akan mengalami sakit.

Menurut Sunandar, orangutan di hutan liar biasa mencari makanan sesukanya.

Makanan yang diberi di tempat rehabilitasi sama dengan yang di alam liar, tetapi kesannya beda.

''Orangutan dan hutan milik kita semua dan keberadaannya dilindungi undang-undang. Mari kita tingkatkan pelestarian lingkungan alam kita yang kaya ini," tutur Sunandar.

(Baca juga: Hope dan Empat Orangutan Lainnya Dilepasliarkan di Kehje Sewen)

Hutan Kehje Sewen memiliki luas 86.450 hektar. Posisinya ada di wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Hutan ini dikelola dalam skema izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem oleh Restorasi Habitat Orangutan Indonesia.

Diberinama Kehje Sewen karena diambil dari bahasa setempat. Orang Wahau yang sering menyebut orangutan dengan nama Kehje Sewen.

Berdasarkan kesepakatan internasional, habitat orangutan itu berada di ketinggian di bawah 700 meter di atas permukaan laut. Dan Hutan Kehje Sewen ini memenuhi syarat.

Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS, mengharapkan, dalam 25 tahun ke depan program rehabiliasi sudah tidak ada lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved