Waduh, Pantai di Pulau Terluar RI Ini Susut 165 Meter

Akresi merupakan bertambahnya wilayah daratan akibat sedimentasi dan partikel-partikel lain di suatu pulau.

Waduh, Pantai di Pulau Terluar RI Ini Susut 165 Meter
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Inilah rupa kawasan Pantai Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur (Bulungan). Kawasan pantai di desa ini salah satu wilayah di Kaltara yang berdasarkan penelitian terjadi abrasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Penyusunan Tata Ruang Laut Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kian terbukti melalui temuan pengikisan daerah pantai (abrasi) di sejumlah wilayah.

Wilayah yang terparah terkena abrasi adalah Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan.

Dijelaskan Amir Bakry, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltara, abrasi pantai di Pulau Sebatik sudah terjadi 20 tahun belakangan.

Hal itu didasarkan temuan Badan Informasi Geospasial (BIG) yang dilaporkan ke DKP Provinsi Kaltara.

“Informasi terakhir, abrasi di Pulau Sebatik itu, tepatnya di Sebatik Timur dan Sebatik Induk, sudah sampai 81 meter. Itu terjadi perlahan-lahan sejak 20 tahun terakhir,” katanya kepada Tribun, Kamis (2/6).

Mencegah abrasi pantai makin meluas, tengah direncanakan beberapa langkah preventif. Di antaranya membangun pemecah ombak di titik-titik rawan maupun yang wilayah pantai yang sudah terkena abrasi.

“Kami ada dana turun dari Kementerian Rp 100 miliar dari Kementerian Kelautan Perikanan. Sebagian untuk membangun Politeknik Perikanan di Sebatik. Termasuk juga untuk membangun pemecah ombak itu,” sebutnya.

DR Nurjanah Nurdin, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Informasi Geospasial Universitas Hasanuddin, saat dikonfirmasi Tribun (2/6/2016), membenarkan adanya abrasi yang melanda pantai Sebatik.

(Baca juga: BNPP RI Segera Rapat Internal, Urai Persoalan Perdagangan Lintas Nunukan-Tawau)

Berdasarkan penelitian dan analisa Nurjanah di Pulau Sebatik, justru menemukan pergeseran garis pantai/abrasi Pulau Sebatik sepanjang 165 meter.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved