Demonstrasi Mahasiswa dengan Kepolisian di Papua Nugini Berlangsung Ricuh

Aksi pendemo yang dilakukan mahasiswa diawali dengan melakukan aksi berjalan dari area kampus mereka di daerah Port Moresby.

Demonstrasi Mahasiswa dengan Kepolisian di Papua Nugini Berlangsung Ricuh
Reuters
Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menuntut Perdana Menteri Peter O Neil mundur dari jabatannya karena tuduhan korupsi yang merugikan negara, Rabu (8/6/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, PAPUA NUGINI - Pihak kepolisian di Papua Nugini menembakkan senjata ke arah demonstran yang dilakukan oleh mahasiswa yang tengah menuntut Perdana Menteri Peter O'Neil yang terjadi hari ini, Rabu, (8/6/2016).

Dilansir melalui laman BBC, Rabu (8/6/2016), beberapa mahasiswa yang terlibat dalam demo ini terluka dan dari pihak oposisi Perdana Menteri dikabarkan menewaskan 4 korban jiwa. Namun sejauh ini korban yang berjatuhan belum dikonfirmasi secara resmi.

Aksi pendemo yang dilakukan mahasiswa diawali dengan melakukan aksi berjalan dari area kampus mereka di daerah Port Moresby.

Baca: Demonstrasi Warga atas Proyek Podomoro Land Lanjut ke Mediasi Polisi


REUTEURS -- Aparat kepolisian memblokade mahasiswa agar tidak meninggalkan kampus.

Mereka menuju gedung parlemen dimana Peter O'Neil berada di dalam gedung.

Pendemo menuntut agar Perdana Menteri turun dari jabatannya dan menjawab tuntutan mereka seputar korupsi yang dilakukannya. Namun PM tersebut menolok telah melakukan korupsi serta mengungkapkan tidak akan mengangkat kaki dari ruangannya.

Baca: Demonstran Ultimatum Jaksa Tuntaskan Kasus Korupsi dalam Sebulan

Dalam sebuah tayangan video terlihat masa yang terdiri dari mahasiswa sedang berlarian menyelamatkan diri dari tembakan dan gas air mata yang diluncurkan oleh pihak kepolisian.

Ketegangan politik di negara ini, akhir-akhir ini memang memanas. Terdapat ribuan mahasiswa dari Universitas Papua Nugini yang melakukan pemboikotan.

Mereka menuntut agar PM Peter O'Neil segera mengundurkan diri dari jabatannya karena tuduhan korupsi yang telah merugikan negara.

Pada bulan Mei lalu, O'Neil sempat memberikan respon terkait tuntutan petisi dari mahasiswa. O'Neil mengungkapkan menolak untuk turun dari jabatannya.

Berdasarkan data dari Transparency International pada tahun 2012, Papua Nugini menduduki peringkat pertama sebagai negara paling korupsi di seluruh dunia. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved