Digemari Anak-anak hingga Orang Dewasa, Dari Manakah Layang-layang Berasal?

Saat ini hampir setiap negara di dunia memiliki budaya pembuatan layang-layang dengan beragam bentuk dan kegunaanya.

Digemari Anak-anak hingga Orang Dewasa, Dari Manakah Layang-layang Berasal?
Ilustrasi bermain layang-layang 

TRIBUNKALTIM.CO -- Siapa yang tidak kenal Layang-layang atau yang biasa disebut Layangan.

Benda yang satu ini menjadi mainan yang digemari anak-anak hingga orang dewasa.

Layang-layang memang bukan dari keluarga pesawat terbang, tapi cara kerjanya mirip dengan pesawat glider dan balon udara. Dimana untuk dapat mengangkasa diperlukan termal dan angin.

Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah layang-layang tercipta?

Ternyata sejarahnya cukup panjang. Seperti dikutip dari Angkasa, bukti otentik paling tua yang pernah ditemukan menyebut bangsa Tiongkok yang pertama kali memperkenalkan layang-layang melalui dua orang filsufnya, Mo Di dan Gongshu Ban pada abad ke 5 SM.

Mereka menerbangkan sejenis layang-layang yang terbuat dari daun.

Saat ini hampir setiap negara di dunia memiliki budaya pembuatan layang-layang dengan beragam bentuk dan kegunaanya.

Salah satu yang paling terkenal adalah saat Benyamin Franklin tahun 1750.

Ia mencoba aliran listrik menggunakan layang-layang yang diterbangkan ketika terjadinya badai. Dan uji coba ini dua tahun kemudian diulang oleh seorang Perancis Thomas Francois Dalibard.

Lukisan yang menggambarkan percobaan Thomas Francois. (Sumber: karlheinzhentschel.net)

Sekarang ini kebanyakan layang-layang hanya digunakan sebagai sarana rekreasi walaupun ada juga yang digunakan untuk perlombaan dan balet udara.

Di Indonesia sendiri yang terdiri dari ribuan pulau memiliki banyak sekali bentuk layang–layang. Salah satunya yang khas adalah layang-layang asal Bali.

Bahkan di beberapa daerah seperti kepulauan Seribu, Jakarta, banyak nelayan yang mengunakan jasa layang-layang yang kadang-kadang dibuat dari daun jati untuk memancing ikan cendro (Tylosurus Crocodilus), dimana di kalangan para pemancing teknik ini biasa disebut ngoncer.

Sayang, sejak 10 tahun belakangan lomba layang-layang sudah mulai meredup di Indonesia. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved