Selasa, 9 Juni 2026

Transportasi

Ini Penyebab Keterlambatan SOA Nunukan-Long Layu

Dia menjelaskan, Pemprov Kalimantan Utara menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk SOA di Kabupaten Nunukan.

Tayang:
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Maskapai penerbangan Air Born yang melayani subsidi ongkos angkut penumpang rute ibukota Kabupaten Nunukan-Long Bawan, Kecamatan Krayan. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Subsidi ongkos angkut (SOA) penumpang rute ibukota Kabupaten Nunukan-Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan baru bisa terealisasi bulan ini.

Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nunukan, Sugianto Albert mengatakan, keterlambatan realisasi SOA penumpang dimaksud disebabkan karena Pemprov Kalimantan Utara belum memberikan kepastian pelaksanaan kegiatan itu.

“Kita tanyakan ke sana jawabannya selalu masih dalam proses. Tetapi sampai saat ini tidak jelas. Makanya rute Nunukan-Long Layu dan Nunukan-Binuang sampai sekarang tidak terealisasi,” ujarnya, Rabu (15/6/2016).

Dia menjelaskan, Pemprov Kalimantan Utara menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk SOA di Kabupaten Nunukan.

Pada saat yang bersamaan, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan 2016 dianggarkan Rp 6 miliar untuk penerbangan rute Nunukan-Long Bawan, Nunukan-Long Layu dan Nunukan-Binuang.

Baca: Polhut Laporkan Proyek di Dalam Hutan Lindung

“Karena kebutuhan transportasi Nunukan-Long Bawan sangat tinggi, maka provinsi dan Pemkab Nunukan sepakat membagi rute,” ujarnya.

Dari kesepakatan itu, Pemkab Nunukan akan melayani rute Nunukan-Long Bawan. Sedangkan rute Nunukan-Long Layu, Nunukan Binuang dan Long Bawan-Tanjung Selor menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“APBD Kabupaten Nunukan sudah berjalan, namun sampai saat ini yang dari provinsi belum berjalan,” ujarnya.

Albert mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali bertemu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk menanyakan belum terealisasinya SOA penumpang.

“Pernah kabid ngomong ke saya, karena ini bantuan keuangan, kalaupun tidak berjalan kan saya tidak masalah? Jadi saya bilang, ini pertanggungjawaban kepada masyarakat bagaimana?” katanya.

Apalagi, kata dia, antara Pemkab Nunukan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sudah berbagi rute dan anggaran.

“Ini kan supaya masyarakat bisa terlayani. Kalau tahu ini tidak terealisasi, anggaran Rp 6 miliar kami bagi untuk tiga rute,” ujarnya.

Beruntung, kata Albert, masih ada sisa anggaran dari kegiatan SOA penumpang rute Nunukan-Long Bawan.

“Waktu itu pagu anggaran mencapai Rp 6.412.800.000 dengan harga perkiraan sementara Rp 6.353.057.339. Tetapi PT Air Born Indonesia mengajukan penawaran Rp 5.363.068.712 sehingga masih ada sisa sekitar Rp1 miliar,” ujarnya.

Sisa dana inilah yang kemudian digunakan untuk SOA penumpang rute Nunukan-Long Layu. Sedangkan rute Nunukan-Binuang hingga kini masih belum jelas.

Dari tender yang diadakan dengan pagu mencapai Rp1.049.000.000, nilai harga perkiraan sementara Rp1.026.711.826,97, PT ASI Pudjiastuti Aviation, Provinsi Banten selaku operator maskapai penerbangan Susi Air memenangkan tender dimaksud dengan nilai penawaran Rp1.026.535.253. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved