Penyidik Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

"Dari lima orang bisa saja bertambah lagi. Tapi masih didalami penyidik," tandasnya.

Penyidik Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Kasi Pidsus Kejari Samarinda, Abdul Muis Ali 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim penyidik Kejaksaan Negeri Samarinda masih menunggu perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kaltim, terkait dugaan korupsi pembebasan lahan Gang Indra,‎ di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda.

Diduga anggaran sebesar Rp 1,6 miliar, sebagai uang ganti pembebasan lahan, merugikan negara. Pasalnya, diindikasikan adanya pemalsuan dokumen kepemilihan lahan.

"Tinggal menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP. Dan penyidik masih terus mengembangkan. Siapa saja tim dampak sosial pembebasan lahan," kata Kasi Pidsus Kejari Samarinda, Abdul Muis Ali, Jumat (17/6/2016).

Penyidik terus melakukan pendalaman perkara tunggakan yang pernah diusut Kejati Kaltim itu. Penyidik sudah menetapkan lima tersangka dalam perkara tersebut.

(Baca juga: Setujukah Jaang Balaikota Dipindah ke Samarinda Seberang?)

"Sudah ada lima tersangkanya. Mereka dari pejabat pemkot, kecamatan, dan pihak yang terkait. Tunggu s‎etelah kerugian negara dihitung," ujar Muis.

Seperti yang diberitakan, beberapa tersangka yang sudah ditetapkan penyidik, di antaranya tim ‎dampak sosial pembebasan lahan dari Pemkot Samarinda.

"Dari lima orang bisa saja bertambah lagi. Tapi masih didalami penyidik," tandasnya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved