Milisi Abu Sayyaf

Kivlan Zen Sebut Penyandera Tujuh WNI Sama dengan Kelompok Sebelumnya

Kivlan menjelaskan kepentingan kelompok yang menyandera Anak Buah Kapal (ABK) TB Charles 001 dan TK Robby 152 untuk kepentingan bisnis semata.

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Kivlan Zen 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyebut penyandra tujuh orang WNI yang terjadi, Senin (20/6/2016) lalu masih satu kelompok dengan penyandera sebelumnya.

Hal itu didasarkan dari cara para penyandera menculik tujuh dari 13 orang ABK dan melepaskan enam lainnya.

"Iya masih sama dengan kemarin. Kelompoknya itu-itu saja yang menyandera," ujarnya saat ditemui di Kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Kivlan menjelaskan kepentingan kelompok yang menyandera Anak Buah Kapal (ABK) TB Charles 001 dan TK Robby 152 untuk kepentingan bisnis semata.

"Ini kan mereka memang maunya uang saja. Sudah tidak ada lagi pembicaraan soal ideologi. Sudah tidak ada yang seperti itu," katanya.

BACA JUGA: TB Charles Dua Kali Didatangi Kelompok Bersenjata, Penyandera Tampan Berkalung Peluru

Sebelumnya, Pemerintah membenarkan adanya penyanderaan untuk kali ketiga terhadap Warga Negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal (ABK) pengangkut batu bara.

Sebanyak tujuh orang ABK Tugboat (TB) Charles 001 dan tongkang Robby 152 asal Samarinda, Kalimantan Timur diculik kelompok bersenjata di perairan Filipina Selatan.

Para sandera antara lain Ferry Arifin (kapten), M Mahbrur Dahri, Edi Suryono, Ismail, M Nasir, M Sofyan, dan Robin Piter.

Mereka diduga dibawa ke Tawi-Tawi, Filipina Selatan.  Sejumlah media Filipina menduga para penyandera merupakan kelompok Abu Sayyaf.

BACA JUGA: Ternyata Tugboat yang Disandera Milisi Abu Sayyaf Berasal dari Banjarmasin

Dari informasi yang dihimpun, kapal bertolak dari pelabuhan Cagayan De Oro, Filipina menuju perjalanan pulang ke Indonesia sejak 18 Juni.

Setelah menempuh perjalan laut sekitar 2 hari, Senin (20/6/2016) di tengah perjalanan kapal didatangi 2 perahu berisikan 5 orang membawa senjata laras panjang dan pendek.

Kelompok bersenjata tersebut menaiki kapal lalu menyandera 3 ABK kapal TB Charles yakni, Ferry Arifin (Nahkoda), Mahbrur Dahri (Kepala Kamar Mesin), dan Edi Suryono (Masinis II).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved