Rabu, 8 April 2026

Vaksin Palsu Beredar

Kemenkes Minta Masyarakat tak Perlu Khawatir dengan Vaksin Palsu

Kemenkes meminta masyarakat tidak terlalu takut dengan keamanan vaksin.

Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Vaksin palsu khusus balita yang disita pnyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Peredaran vaksin palsu ternyata tak perlu dikhawatirkan oleh para orangtua. Setidaknya itulah yang diklaim oleh Kementerian Kesehatan.

Kemenkes meminta masyarakat tidak terlalu takut dengan keamanan vaksin.

Saat ini pemerintah sedang melakukan pendataan fasilitas kesehatan mana saja yang menggunakan vaksin palsu dan berapa anak yang sudah mendapatkannya.

Melalui akun Twitter resmi @KemenkesRI, Kemenkes menyampaikan alasan mengapa orangtua tidak perlu khawatir.

Baca: Inilah Tiga Langkah Pembuatan Vaksin Asli

1. Jika anak Anda mendapatkan imunisasi di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah yang didapatkan langsung dari produsen dan distributor resmi. Jadi vaksin dijamin asli, manfaat dan keamanannya.

2. Jika anak Anda mengikuti program pemerintah, yaitu imunisasi dasar lengkap, diantaranya Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, BCG, pengadaannya oleh pemerintah didistribusikan ke Dinas Kesehatan hingga ke fasyankes. Jadi dijamin asli, manfaat dan keamanannya.

3. Jika peserta JKN dan melakukan imunisasi dasar misalnya Vaksin BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak, pengadaan vaksin didasarkan pada Formas dan e-catalog dari produsen dan distributor resmi, jadi asli dan aman.

4. Ikuti program imunisasi ulang seperti DPT, Polio, Campak. Tanpa adanya vaksin palsu, imunisasi ini disarankan (harus) diulang. Jadi bagi yang khawatir, ikut saja imunisasi ini di Posyandu dan Puskesmas.

5. Diduga peredaran vaksin palsu tidak lebih dari satu persen di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Ini relatif kecil secara jumlah vaksin yang beredar dan wilayah seberannya.

6. Dikabarkan isi vaksin palsu itu campuran antara cairan infus dan gentacimin (obat antibiotik) dan setiap imunisasi dosisnya 0,5 cc. Dilihat dari isi dan jumlah dosisnya, vaksin palsu ini dampaknya relatif tidak membahayakan.

Baca: Pejabat Ini Jamin Puskesmas Bebas Vaksin Palsu

7. Karena vaksin palsu dibuat dengan cara yang tidak baik, maka kemungkinan timbulkan infeksi. Gejala infeksi ini bisa dilihat tidak lama setelah diimunisasikan.

Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi bisa dipastikan aman. Bisa jadi anak Anda bukan diimunisasi dengan vaksin palsu, tetapi memang dengan vaksin asli. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved