Selasa, 14 April 2026

Vaksin Palsu Beredar

Kemenkes Jamin Keaslian Vaksin di Posyandu, Puskesmas, dan RS Pemerintah

Subuh mengungkapkan, sekitar 89 persen imunisasi dasar dilakukan di puskesmas, posyandu, hingga pos-pos yang didirikan pemerintah.

Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menjamin keaslian vaksin yang ada di Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit Pemerintah.

Sebab, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) tersebut mendapat vaksin untuk program imunisasi dasar dari produsen dan distributor resmi.

"Kita jamin asli karena ini vaksin program yang kita beli subsidi pemerintah," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, HM Subuh saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/6/2016).

Subuh mengungkapkan, sekitar 89 persen imunisasi dasar dilakukan di puskesmas, posyandu, hingga pos-pos yang didirikan pemerintah.

Baca: Kemenkes Minta Masyarakat tak Perlu Khawatir dengan Vaksin Palsu

Ada 8 jenis vaksin yang termasuk dalam program imunisasi dasar, seperti vaksin BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak. Vaksin tersebut pun diberikan secara gratis oleh pemerintah. Sisanya, sekitar 11 persen dilaksanakan di rumah sakit, klinik, atau fasyankes swasta lainnya.

Sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan swasta pun sebenarnya mengambil vaksin dari produsen dan distributor resmi yang juga digunakan pemerintah.

Nah, mereka yang mengambil dari produsen tidak resmi, vaksin impor, maupun mendapat dari jalur tidak resmi itulah yang diduga mendapat vaksin palsu.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, Pelaksana tugas Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bahdar Johan Hamid mengungkapkan, ada 28 fasilitas layanan kesehatan yang mengambil vaksin dari sumber tidak resmi, sehingga belum dapat dipastikan keasliannya.

Fasyankes yang menggunakan vaksin dari sumber tidak resmi terdapat di wilayah Pekanbaru, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Palu, Surabaya, dan Batam.

Baca: Inilah Tiga Langkah Pembuatan Vaksin Asli

Penggunaan vaksin tersebut pun distop sementara dan akan dilakukan uji sampel untuk memastikan vaksin yang digunakan asli atau palsu.

Bahdar juga mengungkapkan, sejauh ini ditemukan 12 jenis vaksin yang dipalsukan. Pelaku memalsukan vaksin yang diproduksi oleh PT Biofarma, PT. Sanofi Grup, PT Glaxo Smith Kline (GSK). (Dian Maharani)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved