Inilah Cara Mengindari Vaksin Palsu

Dengan catatan masyarakat ketika memakai layanan jasa kesehatan mesti ditempat yang resmi.

Inilah Cara Mengindari Vaksin Palsu
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Vaksin palsu khusus balita yang disita pnyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

Oleh: dr Wisman Herminto, Sp.A
Ketua IDAI Kaltim
Dokter Anak RS Siloam Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keberdaan vaksin di Indonesia sejarahnya sudah mulai lama diberlakukan di setiap lembaga kesehatan, baik itu rumah sakit dan puskesmas.

Pengadaan vaksin sendiri berguna untuk kemanfaatan tubuh, terutama dalam membangkitkan kekebalan tubuh, kebal dari penyakit.

Melihat fenomena peredaran vaksin palsu, pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat instruksi dari pengurus pusat agar berkoordinasi dengan BPPOM dan Dinas Kesehatan untuk menelusuri vaksin palsu.

Sampai detik ini, belum ada laporan janggal. IDAI Kaltim bisa menjamin tidak ada peredaran vaksin palsu di Kaltim dan Kalimantan Utara karena pembeliannya diambil dari distributor resmi.

Berpegang pada kode etik dokter anak, siapa yang diberi vaksin harus dari tempat yang resmi dan legal.

Cirinya bisa dilihat dari ada label kedaluwarsa, ada fakturnya, kemasan masih baik. Dokter tidak mau mengambil resiko pasien. Kami kalau menerima vaksin lalu curiga bukan vaksin asli tentu saja kami akan tolak.

Dokter anak dilatih oleh IDAI dan Satgas Imunisasi bahwa ada teknik memberikan vaksin termasuk cara memperoleh vaksin berasal dari mana. Harus bersumbernya jelas dan legal.

Saya imbau kepada masyarakat luas untuk tidak perlu khawatir atas peredaran vaksin sebab di wilayah Kaltim hingga Kalimantan Utara tidak masuk vaksin abal-abal, dengan catatan masyarakat ketika memakai layanan jasa kesehatan mesti ditempat yang resmi.

Yakni rumah sakit resmi dan bereputasi baik. Juga bisa pergi ke puskemas dan posyandu yang diakui resmi oleh pemerintah.

Membedakan Vaksin Asli dan Palsu
Uji produk vaksin asli harus melalui laboratorium. Namun secara kasat mata dibedakan dari:

1. Bentuk kemasan lebih kasar, nomor "batch" tidak jelas, dan warna "rubber stoper" (tutup vial) berbeda dari produk asli.
2. Terdapat bekas congkelan pada botok vaksin palsu.
3. Terdapat perbedaan pada cetakan "barcode" kemasan vaksin palsu.

Ciri Vaksin Asli
1. Kemasan masih disegel
2. Terdapat label yang mencantumkan keterangan seputar vaksin pada ampul.
3. Label ampul biasanya dilepas dan ditempelkan pada buku kesehatan begitu vaksinasi lalu kemasan dihancurkan.

Dampak Vaksin Palsu
1. Bayi yang diberi vaksin palsu tidak memiliki proteksi atau kekebalan
2. Vaksin palsu bisa tercemar virus, bakteri, dan lain sebagainya.
3. Jangka pendek dapat terjadi infeksi ringan hingga infeksi berat. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Budi Susilo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved