Jumat, 10 April 2026

Daerah Terisolir Belum Tersentuh Layanan Kesehatan, DPRD Wacanakan Pembuatan KBS

masih banyak warga di pedalaman belum bisa maksimal layanan kesehatan yang disediakan pemerintah

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Sarana transportasi air seperti perahu ketinting dan speedboat menjadi akternatif pilihan untuk menjangkau daerah-daerah terisolir di Kabupaten Bulungan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kalangan DPRD Bulungan mewacanakan pembuatan Kartu Bulungan Sehat (KBS) untuk warga miskin di Kabupaten Bulungan. Program serupa kata dr Amsal, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulungan minggu lalu, sudah berhasil dengan baik di beberapa daerah lain di Indonesia.

"Ini sudah masuk wacana dan akan kita perdalam terus. Supaya bisa dikembangkan atau dilaksanakan di Kabupaten Bulungan," katanya.

Latar belakang dari wacana KBS ini sendiri kata dia, pola Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesda) yang berlaku di seluruh Indonesia ini, masih terlalu umum. Padahal, karakteristik Kabupaten Bulungan yang memiliki daerah terpencil dan pedalaman jelas berbeda dengan daerah-daerah lainnya.

baca juga : Wisata Bahari di Kabupaten Ini Butuh Banyak Pembenahan

Imbasnya, masih banyak warga di pedalaman belum bisa maksimal layanan kesehatan yang disediakan pemerintah.

Saat ini kata dia, masih dikaji terkait sistem, desain dan teknis dari KBS itu sendiri. Salah satu hal terpenting yang akan dikaji, adalah bagaimana memvalidasi warga miskin yang ada.

"Contoh, daerah lain mungkin tidak ada daerah terisolir, kita ada. Bukan berarti mereka miskin, tapi mereka harus disubsidi karena sulit dijangkau," katanya.

Dia menghimbau agar Dinsos segera mevalidasi data terkait warga miskin ini. Selain itu, Kelurahan hingga RT setempat juga diharapkan pro aktif melaporkan warga yang dirasa benar-benar layak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai

"Jangan lagi ada yang tumpang tindih. Jangan sampai nggak tepat sasaran,” katanya.

Semangat yang ada saat ini, adalah bagaimana mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dan bukan sebaliknya.

"Bukan masyarakat yang mendekati. Jadi sebenarnya sistem pelayanan yang begini yang baik. Jadi dimana ada daerah terpencil, terisolir, ada fasiitas kesehatan yang memadai," katanya.

baca juga : Jadi Endemis Penyakit Kaki Gajah, Warga Diminta Ikut Pengobatan Massal

Kedua, pendekat holistik terkait kesehatan bukan hanya terkait pemenuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Namun mendidik masyarakat untuk tidak sakit, menurutnya tak kalah penting untuk diperhatikan.

"Jadi ketika sakit kita dekati dia. Disatu sisi lagi, jangan sampai dia sakit supaya tidak perlu biaya besar untuk mengobati," katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved