Breaking News:

PT KKT Siap Kirim Langsung ke Luar Negeri Komoditas Ekspor dari Sulteng dan Kaltara

Adapun yang dilakukan, menurut Muhammad Basir, Direktur Utama PT KKT, adalah mengkonsolidasi komoditas ekspor bernilai tinggi dari Palu.

Penulis: Amanda Liony | Editor: Amalia Husnul Arofiati
tribunkaltim.co/fachmi rachman
Aktivitas bongkar muat di PT Kaltim Kariangau Terminal, jalan Pulau Balang, kilometer 13, nomor 1, Kariangau, Balikpapan. 

Laporan Wartawan tribunkaltim.co, Amanda Liony

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Lancarkan kegiatan pengiriman peti kemas langsung keluar negeri (direct call) dari Kalimantan Timur, manajemen PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) selaku operator terminal Kariangau Pelabuhan Balikpapan, baru-baru ini melakukan konsolidasi dengan jajaran pemerintah daerah Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Adapun yang dilakukan, menurut Muhammad Basir, Direktur Utama PT KKT, adalah mengkonsolidasi komoditas ekspor bernilai tinggi dari Palu yang selama ini dikirim melalui Surabaya.

Komoditas yang dimaksud antara lain sabut kelapa, tempurung kelapa, kelapa batok, hingga kayu lapis.

"Selama ini pengiriman komoditas tersebut yang masuk ke Kaltim, harus melalui Surabaya. Padahal komoditas Palu itu cukup menarik para investor asing yang datang. Artinya kapal asing yang masuk dengan biaya besar, harus ditunjang dengan komoditas bernilai tinggi siap angkut," ungkap Basir belum lama ini.

BACA JUGA: Bus Terbalik Dekat Tepi Jurang, Kami Semua Teriak Allah Akbar

Basir menambahkah, selama ini komoditi Balikpapan belum banyak menarik investor yang datang. Tak heran jika komoditi dari daerah lain jadi pilihan.

Dengan dibukanya jalur direct call langsung ke negara tujuan, akan memghemat biaya operasional.

Bahkan memotong waktu yang biasanya jika melalui Surabaya bisa mencapai 40 hari, namun melalui direct call dapat memotong hingga 17 hari lamanya.

Selain Kota Palu, Provinsi Kaltara juga menjadi daerah yang akan berkonsolidasi berkaitan dengan komoditas menjanjikan, seperti rumput laut, ikan beku, karet, cangkang sawit, dan komoditi lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved