Ketua KPAI Sebut Anak-anak Saat Ini Tidak Dianggap Manusia
Dia menyoroti kasus kekerasan anak yang baru saja terjadi di Kutai Timur di mana korban dihabisi pelaku dengan cara dibakar, setelah dicabulinya.
Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait menyebutkan, anak-anak saat ini tidak dianggap manusia atau dehumanisasi. Padahal anak-anak sedang membutuhkan perhatian semua orang.
"Saat ini anak-anak belum memperoleh perlindungan denga baik. Anak-anak tidak dianggap manusia, ini terbukti dengan terungkapnya kasus peredaran vaksin palsu, kejahatan seksual dan perdagangan anak-anak," ujar Arist usai menjadi pembicara dalam Seminar Anak untuk peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Pusat Pengembangan Anak Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (26/7/2016).
Dia menyoroti kasus kekerasan anak yang baru saja terjadi di Kutai Timur di mana korban dihabisi pelaku dengan cara dibakar, setelah dicabulinya.
Untuk memutus rantai kekerasan pada anak, KPAI akan membentuk Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak yang dibentuk hingga di desa.
Baca: BREAKING NEWS -- Ketua KPAI Larang Anak Main Pokemon Go
"Ini akan dianggarkan lewat Alokasi Dana Desa (ADD). Kami akan memberikan dukungan dengan gerakan perlindungan anak berbasis masyarakat," tuturnya.
Ia mengatakan Kaltim sendiri berada di zona merah untuk kasus kekerasan pada anak. Bahkan Kaltim berada di urutan ke-11. Tim reaksi cepat perlindungan anak ini melibatkan hansip, karang taruna, PKK dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM). (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arist-merdeka-sirait_20160726_141306.jpg)