Berita Pemkab Penajam Paser Utara

Disdikpora Larang Pelajar Main Game Pokemon Go

Atas surat ini juga sehingga Disdikpora PPU membuat surat edaran tentang larangan bermain game virtual berbasis GPS.

Disdikpora Larang Pelajar Main Game Pokemon Go
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Kemajuan terjadi disemua sektor di Kutim, tidak terkecuali dunia pendidikan yang berhasil menurunkan angka melek huruf dan bidang lainnya. 

- Terutama Saat Berada di Lingkungan Sekolah

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Untuk mengantisipasi booming game Pokemon Go di kalangan pelajar di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membuat  surat edaran larangan kepada para pelajar untuk memainkan game tersebut terutama saat berada di sekolah. 

Hal ini juga sesuai dengan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi Nomor: B/2555/M.PANRB/07/2016 pada Rabu (20/7/2016).

Atas surat ini juga sehingga  Disdikpora PPU membuat surat edaran tentang larangan bermain game virtual berbasis GPS. 

baca juga

"Kami akan segera membuat surat edaran ke seluruh sekolah di PPU, untuk melarang siswa/siswi  bermain game Pokemon Go. Apalagi sudah ada keputusan MenPAN-RB, game tersebut bisa membuat kegiatan belajar mereka terganggu," kata  Kepala Disdikpora PPU Marjani, Selasa (26/7/2016). 

Saat ini game virtual berbasis GPS Pokemon Go yang bisa diunduh di smartphone andorid maupun IOS tersebut lanjut dia  tengah booming. Namun permainan berbasis GPS seperti ini dikhawatirkan pemerintah bisa mengancam keamanan. 

Ia menambahkan jika siswa bermain game Pokemon Go di sekolah, selain mengganggu proses belajar mengajar juga permainan tersebut dapat membahayakan keselamatan pemainnya.

baca juga

Termasuk informasi permainan ini dapat merekonsilisasi data citra fisik untuk memetakan setiap sudut wilayah (GPS), yang dikhawatirkan disalahgunakan untuk kepentingan intelijen negara lain. 

Selain itu,  ia menilai aplikasi permainan online berbasis GPS itu dapat memberikan dampak negatif, game yang belakangan banyak diburu para gamer tanah air itu bisa mengganggu konsentrasi pemainnya, sehingga  merugikan diri sendiri dan orang lain. 

Pokemon Go game yang banyak dimainkan di tempat terbuka itu juga akan mengganggu pemanfaatan ruang publik maupun ruang pribadi.

"Makanya  saya melarang kepada siswa/siswi untuk bermain game Pokemon Go. Pilihlah  permainan lain yang lebih aman, lebih bermanfaat, dan lebih bernilai edukatif," tambah Marjani. 

Kepala sekolah SD,SMP, SMA dan SMK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta wali murid dapat membantu memberikan pemahaman, bimbingan, arahan dan pendampingan, sehingga anak-anak bisa memilih dan memperoleh permainan yang jauh lebih aman dan lebih bermanfaat bagi mereka. (advertorial/humas6)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved