Seni Budaya

Wisata Budaya Isen Mulang Tunjukkan Semangat Hidup Suku Dayak

Contohnya, kelompok parade dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalteng membuat replika ekskavator atau alat pengeruk.

Wisata Budaya Isen Mulang Tunjukkan Semangat Hidup Suku Dayak
KOMPAS/MEGANDIKA WICAKSONO
Sebanyak 67 kelompok dari perwakilan 14 kabupaten/kota dan satuan kerja perangkat daerah se-Kalimantan Tengah memeriahkan karnaval budaya yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/5/2016). Karnaval itu merupakan bagian dari Festival Budaya Isen Mulang yang digelar untuk merayakan Ulang Tahun ke-59 Provinsi Kalimantan Tengah. Tampak sejumlah remaja mengenakan atribut khas daerahnya. 

”Harga rotan dan karet rendah sehingga mereka tidak bisa membeli kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya bahan pokok yang makin mahal,” ujar Sidik.

Oleh karena itu, kata Sidik, dalam semangat Isen Mulang itu juga termuat makna daya juang untuk bertahan hidup. Hasil alam yang terbatas hanya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam sehari.

”Atas kondisi itu, muncul pula cara-cara instan, seperti penambangan ilegal, pembalakan liar, dan mencari ikan dengan setrum,” katanya.

Menurut Sidik, keberpihakan pemerintah dan pengusaha sangat dibutuhkan. Pengakuan hak adat oleh pemerintah mendesak dilakukan. Selain itu, dana CSR, misalnya, juga harus dioptimalkan agar meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar. ”Isen Mulang juga mengandung makna persatuan dan berbagi dalam mengatasi masalah,” ujarnya.

Sidik berharap melalui perayaan Hari Jadi Ke-59 Provinsi Kalteng ini, semangat Isen Mulang dimaknai lebih dalam dan diwujudkan dalam aksi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. ”Perayaan dan lomba bersifat seremoni dan tidak berdampak luas pada kehidupan,” tuturnya.

Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo mengatakan, perayaan dengan bermuara pada kebudayaan atau kearifan lokal merupakan media perekat atau pemersatu masyarakat. Pemerintah berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan lebih meriah setiap tahunnya.

”Ini baik untuk masyarakat, juga untuk pemerintah supaya pemerintah daerah dan provinsi mengetahui kewajibannya untuk melindungi dan mengembangkan kearifan lokal,” ujar Hadi.

Perayaan tiap tahun tersebut menelan dana sekitar Rp 2 miliar untuk festival dan pameran produk unggulan lokal. Tahun ini, Festival Budaya Isen Mulang dinilai lebih ramai dengan banyaknya peserta dan pengunjung yang datang. (Megandika Wicaksono dan Dionisius Reynaldo Triwibowo)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved