Awas Demam Berdarah Dengue

Jumlah Penderita Tambah, Dinkes Lakukan Fogging Sesuai Indikasi Bukan Berdasar Permintaan

Selain itu ia mengimbau masyarakat untuk lebih inovatif dalam menghalau penyebaran virus DBD ini.

Jumlah Penderita Tambah, Dinkes Lakukan Fogging Sesuai Indikasi Bukan Berdasar Permintaan
tribunkaltim.co/muhammad alidona
Warga kompleks Perumahan HER 2 urunan untuk melakukan fogging mandiri tanpa menunggu Pemerintah. Lantaran daftar antrean fogging di Kelurahan maupun Dinas Kesehatan panjang. 

BACA JUGA: Di Perosotan Tertinggi, Bocah Usia 12 Tahun Ini Tewas

Hal ini untuk mengurangi aktivitas fogging di lapangan.

Balerina mengatakan bukan pihaknya enggan melakukan fogging sehingga terkesan menunggu korban baru bergerak, namun fogging yang dilakukan secara serampangan pun pada akhirnya hanya akan menguatkan daya tahan nyamuk sehingga penyebaran virus DBD akan lebih sulit diantisipasi.

Ia mengatakan bahwa akibat fogging yang berlebihan, sebagian nyamuk dewasa yang diteliti saat ini lebih kuat daripada sebelumnya.

Jika dahulu nyamuk dewasa langsung mati saat disemprot, namun kini, nyamuk-nyamuk tersebut masih dapat hidup dengan normal hingga akhirnya baru mati setelah satu-dua jam pasca penyemprotan.

BACA JUGA: Bank Danamon Masih Fokus Sasar Pedagang Pasar

"Hasil penelitian dj lapangan ya seperti itu. Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, ya mungkin karena kemarin-kemarin kita banyak melakukan fogging sembarangan. Jadi begitu ada yang minta fogging langsung di-fogging. Ternyata hasilnya seperti ini," bebernya.

Beberapa waktu lalu ada beberapa warga yang meminta daerah sekitar rumahnya untuk di-fogging. Ternyata setelah di cek di lokasi angka bebas jentiknya (ABJ) sudah seratus persen alias bebas jentik.

Ternyata setelah ditelaah, penyakit DB yang melanda kawasan tersebut adalah penyakit yang datang dari luar. Sehingga DKK memutuskan untuk tidak melakukan fogging di daerah tersebut.

"Jadi bukan kita perketat. Tidak. Hanya saja harus sesuai indikasinya. Jadi ada pasien yang bilang 'nanti 4-5 orang sakit baru di-fogging. Bukan begitu, walaupun sudah ada yang sakit tapi kalau ABJ-nya sudah seratus persen ya berarti kan tidak ada jentik di situ, apalagi nyamuk dewasa. Artinya bukan dari situ penularannya," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved