Wacana Full Day School
Kepala SD tak Ingin Memaksakan Anak Didiknya Ikuti Full Day School
Kita tidak berani menekan anak-anak SD untuk Full Day School karena kurikulum baru banyak kreativtasnya.
Penulis: Nevrianto | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Full Day School merupakan wacana baru. Kebijakannya masih dirumuskan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) RI namun hal ini sudah diketahui sejumlah kalangan mulai guru maupun orangtua siswa.
Kepala Sekolah percontohan di Kota Samarinda, SDN 002 jalan Bhayangkara Samarinda, Kalimantan Timur, Nunik Erniwati menuturkan pada TribunKaltim.co, Selasa (9/8/2016).
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih menggunakan kurikukum 2013.
''Kita tidak berani menekan anak-anak SD untuk Full Day School karena kurikulum baru banyak kreativtasnya. Kami masih mengajukan penetapan sekolah rujukan tentang peningkatan pendidikan di kota Samarinda," katanya.
Guru guru di SDN 002 segera menjalani peningkatan kompetensi di Yogyakarta mulai 10 -14 Agustus tentang pembelajaran dan penilaian dengan bantuan dana peningkatan pelatihan bantuan dari pemerintah yakni Kemendikbud untuk salah satu sekolah rujukan tingkat SD di Samarinda Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Begini Kalau Jokowi Berguru soal YouTube pada YouTuber Indonesia. . .
"Kami berbenah supaya nyaman untuk anak anak mengembangkan kreatifitas dan kompetensinya,''jelasnya.
Namun jika Full Day School ditetapkan Mendiknas, ia pun mau tidak mau harus mengikuti.
"Insya Allah kalau jadi kebijakan kami akan mantapkan program untuk diterapkan ekstrakurikuler dan persetujuan dari komite sekolah maupun orangtua murid . Namun secara pribadi sih, saya setuju Full Day School karena lebih terarah didunia pendidikan sebab saya termasuk orang yang sibuk bekerja ,''ujarnya. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kbm-d-sdn-002-bhayangkara_20160810_110607.jpg)