Sabtu, 25 April 2026

Tegur Siswa yang Tidak Mengerjakan PR, Guru Arsitektur Ini Malah Dianiaya Orangtua

Guru arsitektur ini melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya ke Polsek Tamalate, Makasar, Rabu (10/8/2016).

Facebook

TRIBUNKALTIM.CO -- Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi menimpa seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Drs Dasrul (52) seorang guru di SMK Negeri 2 Makassar mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh orangtua siswa.

Guru arsitektur ini melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya ke Polsek Tamalate, Makasar, Rabu (10/8/2016).

Beberapa foto Dasrul yang tersebar di media sosial (medsos) langsung menjadi viral dan menuai kecaman dari netizen.

Baca: Orangtua Siswa Penganiaya Guru SMK itu Hampir Dikeroyok

Nampak pada bagian hidung Dasrul mengalami luka hingga mengeluarkan darah yang membercak di kemeja putih yang ia kenakan.


Kasus penganiayaan ini telah ditangani pihak kepolisian.

Melalui melalui akun Twitter, pihak kepolisian sektor Tamalate menjelaskan kronologi penganiayan yang menimpa guru yang terbilang cukup tua ini.

"Ditegur (karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah PR), siswa SMKN ini justru memaki gurunya dengan kata-kata kotor. Kemudian datang orangtua siswa, memukul guru sampai berdarah. Kasus ini sudah ditangani Sektor Tamalate," tulis pihak Polsek Tamalate.

Tentu saja melihat foto guru ini menjadi korban penganiayaan hingga berlumuran darah membuat banyak orang merasa sedih dan juga geram dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh orangtua siswa.

Seperti yang disampaikan oleh akun Chintya Marsha Yallah, "kasihan pak guru ya, ga tega lhat ya kasihan :(."

"Sabar iya pak guru. gak tega ngeliat nya sampe memar gitu. Mental tempe tuh bocah baru di tegor guru malah ngadu ke orang tua

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved