Seni Budaya

Peserta SMN Asal Banten Pulang Bawa Wawasan tentang Kaltim

"Membangun karakter itu tidak secara instan tapi diperlukan waktu untuk membentuknya," kata seorang siswa menutup presentasi.

Peserta SMN Asal Banten Pulang Bawa Wawasan tentang Kaltim
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Malam perpisahan peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Banten di room Batakan Hotel Gran Senyiur, Sabtu (13/8/3016). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setelah sepekan berkeliling Kalimantan untuk belajar mengenal budaya setempat dan bertukar pengalaman tentang pembangunan, pariwisata serta pendidikan, 20 peserta progam Siswa Mengenal Negeri (SMN) asal Banten akhirnya dipulangkan kembali ke daerah asalnya.

Sabtu (13/8/2016) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan diadakan acara pelepasan, mereka meninggalkan bumi etam melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (14/8/2016).

Acara pelepasan tersebut dikemas dengan sederhana, di Batakan Room Hotel Gran Senyiur Balikpapan. Para peserta secara bergantian mempresentasikan hasil perjalanan mereka ke beberapa lokasi di empat kabupaten/kota di Kaltim yakni, Tenggarong, Samarinda, Bontang, dan Balikpapan.

Dibantu slide proyektor mereka menjelaskan dengan ulet dan lancar hasil pengamatan mereka seperti Museum Mulawarman, Jembatan Kutai Kutai Kartanegara, Desa Pampang, Sentra Tenun Samarinda, Rumah Adat, Guntung, Bontang Koala, Samboja Lestari Balikpapan, SMA YPK Bontang dan SMA 10 Melati.

Baca: 20 Siswa Asal Banten Diinapkan di Rumah-rumah Warga Kaltim, Ini Tujuannya

"Membangun karakter itu tidak secara instan tapi diperlukan waktu untuk membentuknya," kata seorang siswa menutup presentasi.

Setelah presentasi, mereka dievaluasi oleh Kepala Disbudpora Balikpapan, Kepala Disnas Pendidikan Balikpapan, serta beberapa jajaran direksi Pupuk Kaltim.

Lalu 20 orang siswa tersebut menyanyikan lagu asal Kaltim yaitu 'Burung Enggang' dan 'Dendang Banua' secara kolektif menghibur para tamu undangan yang hadir. Tak berhenti sampai di sana mereka juga mempersembahkan tarian pesisir dan pedalaman khas Kalimantan Timur.

Direktur Produksi Pupuk Kaltim, Bagya Sugihartana dalam sambutannya mengatakan bahwa Program SMN 2016 merupakan respon terhadap adanya pasang surut gelombang perubahan dunia yang menjadi tantangan bangsa ke depan untuk terus memajukan peradaban bangsa, sekaligus melestarikan kekayaan alam maupun keragaman yang dimiliki.

Baca: 20 Peserta Program SMN Terbang ke Banten, Ini Targetnya

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved