Milisi Abu Sayyaf

Presiden Filipina Kelepasan Bicara Bocorkan Rahasia Bayar Uang Tebusan ke Abu Sayyaf

Namun sepertinya lidah Duterte latah dan tidak sengaja membeberkan perihal tersebut saat konferensi pers di Kota Davao.

Presiden Filipina Kelepasan Bicara Bocorkan Rahasia Bayar Uang Tebusan ke Abu Sayyaf
Ted Aljibe—AFP/Getty Images
Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte berbicara di Kota Davao, Filipina, 15 Mei 2016, dalam konferensi pers pertama setelah ia mengklaim kemenangannya dalam pemilihan presiden. 

TRIBUNKALTIM.CO, DAVAO -Pada saat konferensi pers yang dihadiri Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, Rabu malam (24/8/16), secara tidak sengaja Duterte membocorkan rahasia jika pihaknya telah membayar uang tebusan sebesar 50 juta Peso Filipina atau sekitar Rp 14 miliar kepada kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan sandera asal Norwegia Kjartan Sekkingstad.

Padahal seperti yang diketahui, pemerintah Filipina memiliki kebijakan untuk tidak membayarkan uang tebusan kepada pihak penculik.

Namun sepertinya lidah Duterte latah dan tidak sengaja membeberkan perihal tersebut saat konferensi pers di Kota Davao.

Dalam pernyataan tersebut Duterte mengatakan, uang tebusan telah dibayarkan untuk membebaskan Sekkingstad, tetapi hingga saat ini sandera belum juga dibebaskan oleh para bandit yang terkenal kejam ini.

Ketika ditanya mengenai apakah mengetahui perihal pemenggalan seorang korban sandera asal Norwegia di Provinsi Sulu, begini jawaban Duterte.

Baca: Dua ABK yang Kabur dari Abu Sayyaf telah Berada di Manila

"Kalau itu dilakukan, maka saya akan menuduh Abu Sayyaf telah bertindak dengan itikad buruk. Mereka telah dibayar P50.000," ujar Duterte, dikutip melalui laman Inquirer, Jumat (26/8/2016).

Tak lama kemudian Duterte mengoreksi kata-katanya sendiri dan menyebutkan uang tebusan yang telah dibayar berjumlah 50 juta Peso Filipina.

Selanjutnya ketika membahas pemenggalan yang menimpa seorang remaja Filipina bernama Patrick James Almodovar (18), korban diculik oleh kelompok Ajang-Ajang anak buah jaringan Abu Sayyaf di Desa Asturias, Jolo, pada (16/7/2016) lalu.

Setelah latah dalam membocorkan rahasia tersebut, kemudian sang Presiden menyatakan lagi memerintahkan seluruh pasukan militer untuk menemukan tempat persembunyian Abu Sayyaf.

Halaman
12
Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Trinilo Umardini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved