Pemerintah Dorong Warganya Lebih Sering Berhubungan Demi Mendapatkan Bayi

Korea Selatan saat ini tengah di hadapakan dengan populasi di mana angka penduduk berusia tua lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran.

Pemerintah Dorong Warganya Lebih Sering Berhubungan Demi Mendapatkan Bayi
TheKoreaHerald/Yonhap
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, Chung Jin-youb 

TRIBUNKALTIM.CO, KOREA SELATAN - Korea Selatan saat ini tengah di hadapakan dengan populasi di mana angka penduduk berusia tua lebih tinggi dibandingkan angka kelahiran.

Korea Selatan menempati posisi angka kelahiran bayi terendah. Menanggapi hal tersebut pemerintah Korea Selatan sedang gencar mengimbau penduduknya agar lebih sering berhubungan guna mendapatkan bayi.

Bahkan terdapat langkah-langkah darurat yang ditempuh agar penduduknya bergairah untuk melakukan program ini.

Seperti memberikan bantuan finansial kepada pasangan suami istri yang sedang mencari alternatif kesuburan untuk mendapatkan anak. Dan juga mengizinkan cuti tambahan bagi kalangan orangtua yang ingin memiliki anak kedua mereka.

Berdasarkan keterangan dari Korea Herald melaporkan data perhitungan yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.

BACA JUGA:Mukidi, Guyonan Lawas yang Hadir Ketika Netizen Butuh Hiburan

Hasilnya menunjukan terdapat angka penuruanan sebesar 5,3 persen kelahiran bayi di Korea Selatan selama lima bulan pertama di tahun ini, dibandingkan dengan tahun 2015.

"Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah darurat, mengerahkan segala upaya untuk menghadang angka kelahiran rendah yang terus menurun ini. Tapi langkah ini dirasa masih gagal untuk mengubah ketertarikan para pemuda menjadi harapan, atau untuk untuk menghibur para ibu pekerja yang meneteskan air mata selama debat kebijakan kami," ujar Chung Chin-Youb, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel dikutip tribunkaltim.co melalui laman Independent, Minggu (28/8//2016).

Tingkat kelahiran di Korea Selatan merosot sejak tahun 1960 silam meskipun dana triliunan rupiah telah digelontorkan Pemerintah untuk meyelesaikan permasalahan ini.

Untuk saat ini pemerintah Korsel akan menghabiskan dana hingga £44 juta atau sekitar Rp 660 miliar untuk menjalankan langka-langkah baru ini. (Independent/TheKoreaHerald/Ayuk Fitri)

***

Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM

Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co

Dan bergabunglah dengan medsos:

Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved