Properti

Masyarakat Paling Miskin Protes, kok Pemerintah Hanya Fokus Bantu MBR?

Meski demikian, bantuan ini membuat sebagian masyarakat yang lebih miskin dari MBR merasa dinomorduakan.

Masyarakat Paling Miskin Protes, kok Pemerintah Hanya Fokus Bantu MBR?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) memfokuskan penyediaan rumah sebanyak 700.000 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Meski demikian, bantuan ini membuat sebagian masyarakat yang lebih miskin dari MBR merasa dinomorduakan.

"Masyarakat paling miskin melihat 'kok pemerintah bantu uang muka, dikasih bebas PPN, dan lain-lain setiap tahunnya?'," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan perumahan Maurin Sitorus saat Diskusi Media Prospek SSB dan BUM dalam Mendukung Percepatan Program Sejuta Rumah, di Hotel Ambhara, Senin (29/8/2016).

Menurut Maurin, hal tersebut wajar menjadi pertanyaan banyak kalangan, terutama yang sangat miskin sebanyak 10 persen dari seluruh jumlah penduduk.

Baca: Wow. . .Pengembang Ini Tawarkan Rumah Murah Seharga Rp 128 Juta

Mengenai hal tersebut, ia menjelaskan, alasan pemerintah mencoba membantu MBR ketimbang masyarakat sangat miskin.

Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat terbatas. Terlalu banyak yang ditangani, antara lain perumahan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Di bidang perumahan, program yang mengikutsertakan MBR harus memiliki kriteria belum memiliki rumah tetapi berpenghasilan. Selain itu, MBR yang menerima bantuan juga harus jujur.

Jangan sampai, bantuan tersebut diberikan kepada mereka yang bukan benar-benar MBR kemudian rumah dijadikan sebagai sarana investasi.

Baca: Bank Enggan Salurkan KPR, Penjualan Rumah Murah Lesu

Jika hal ini terjadi, menjadi ironi karena bantuan tidak tepat sasaran. Maurin mengatakan, bantuan yang tepat sasaran saja sudah dipertanyakan, apalagi yang meleset.

"Tetapi untuk dasar kebijakan, menyasar MBR itu the right choice. Tapi memang harus tepat sasaran. Siapa yang bertanggung jawab atas ketepatan sasaran ini adalah stakeholder termasuk masyarakat itu sendiri," cetus Maurin. (Arimbi Ramadhiani)

***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved