Di Benak Pelajar-pelajar Ini, Lembaga Dewan Identik dengan Korupsi dan Kotor
Kunjungan ini sendiri kata dia, merupakan bagian dari pendalaman materi "Budaya Politik" yang sedang dipelajari siswa di sekolah.
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Demi memperdalam wawasan, puluhan perwakilan siswa SMK 2 Tanjung Selor menyambangi kantor DPRD Kabupaten Bulungan, Jalan Ulin, Rabu (30/8/2016).
Sayangnya, pertemuan antara siswa yang juga didampingi seorang guru dengan Komisi II DPRD Bulungan tersebut, bersifat tertutup untuk umum.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulungan dr Amsal usai pertemuan mengatakan, para pelajar yang hadir sangat antusias, dan ternyata cukup kritis memcermati hal-hal yang terjadi di sekelilingnya.
Kunjungan ini sendiri kata dia, merupakan bagian dari pendalaman materi "Budaya Politik" yang sedang dipelajari siswa di sekolah.
Baca: Tujuh Anggota DPRD Bulungan Tak Menghadiri Rapat Paripurna
Ternyata, kata Amsal, di benak para siswa selama ini, hampir semua yang berkaitan dengan politik bernilai negatif.
Mulai dari kotornya dunia politik, maraknya money politic, DPRD identik dengan lembaga korup dan hal-hal negatif lainnya disampaikan siswa dalam kesempatan tersebut.
Untuk itulah kata Amsal, pihaknya sangat mengapresiasi pertemuan yang digagas guru pengasuh materi Budaya Politik tersebut. Dimana secara langsung, Komisi II notabene adalah pelaku-pelaku dunia politik, bisa memberikan penjelasan kepada siswa tentang bagaimana politik itu sebenarnya.
Khususnya terkait peran Lembaga DPRD itu sendiri. Dan untungnya kata dia, semua penjelasan yang diberikan bisa diterima dengan baik oleh siswa.
"Sudah tercerahkan hari ini. Mudah-mudahan ini cikal bakal generasi muda yang paham politik lebih baik ke depannya," katanya.
Baca: Akhirnya, Empat Anggota DPRD Bulungan Ini Merasakan Rutan
Dia berharap, karena materi ini juga dipelajari hampir seluruh sekolah yang ada, kegiatan ini bisa sangat baik untuk ditiru kedepannya. Selain untuk memperdalam ilmu dan teori yang sudah didapat di sekolah, pertemuan seperti ini menurutnya penting untuk pelajar dalam kapasitasnya sebagai warga negara Republik Indonesia.
Semua pelajar ini kata dia, pada waktunya juga akan memiliki hak pilih dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia. Dan jika pandangan tentang politik selalu negatif, tentunya akan berpengaruh pada kepedulian untuk menyukseskan agenda-agenda politik yang ada. Dan seperti diketahui, semakin tinggi partisipasi politik masyarakat, maka kualitas pesta demokrasi yang digelar juga akan lebih baik.
Dia juga berharap agar kunjungan seperti ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bulungan. Bahkan jika perlu kata dia, yang dikunjungi bukan hanya DPRD, tapi juga partai-partai politik yang ada.
"Hal-hal seperti ini harus jadi perhatian Dinas Pendidikan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/politik-uang_20151206_153304.jpg)