Rabu, 8 April 2026

Di Benak Pelajar-pelajar Ini, Lembaga Dewan Identik dengan Korupsi dan Kotor

Kunjungan ini sendiri kata dia, merupakan bagian dari pendalaman materi "Budaya Politik" yang sedang dipelajari siswa di sekolah.

Penulis: Doan E Pardede |
Kompas.com
Ilustrasi - Tolak politik uang 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Demi memperdalam wawasan, puluhan perwakilan siswa SMK 2 Tanjung Selor menyambangi kantor DPRD Kabupaten Bulungan, Jalan Ulin, Rabu (30/8/2016).

Sayangnya, pertemuan antara siswa yang juga didampingi seorang guru dengan Komisi II DPRD Bulungan tersebut, bersifat tertutup untuk umum.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulungan dr Amsal usai pertemuan mengatakan, para pelajar yang hadir sangat antusias, dan ternyata cukup kritis memcermati hal-hal yang terjadi di sekelilingnya.

Kunjungan ini sendiri kata dia, merupakan bagian dari pendalaman materi "Budaya Politik" yang sedang dipelajari siswa di sekolah.

Baca: Tujuh Anggota DPRD Bulungan Tak Menghadiri Rapat Paripurna

Ternyata, kata Amsal, di benak para siswa selama ini, hampir semua yang berkaitan dengan politik bernilai negatif.

Mulai dari kotornya dunia politik, maraknya money politic, DPRD identik dengan lembaga korup dan hal-hal negatif lainnya disampaikan siswa dalam kesempatan tersebut.

Untuk itulah kata Amsal, pihaknya sangat mengapresiasi pertemuan yang digagas guru pengasuh materi Budaya Politik tersebut. Dimana secara langsung, Komisi II notabene adalah pelaku-pelaku dunia politik, bisa memberikan penjelasan kepada siswa tentang bagaimana politik itu sebenarnya.

Khususnya terkait peran Lembaga DPRD itu sendiri. Dan untungnya kata dia, semua penjelasan yang diberikan bisa diterima dengan baik oleh siswa.

"Sudah tercerahkan hari ini. Mudah-mudahan ini cikal bakal generasi muda yang paham politik lebih baik ke depannya," katanya.

Baca: Akhirnya, Empat Anggota DPRD Bulungan Ini Merasakan Rutan

Dia berharap, karena materi ini juga dipelajari hampir seluruh sekolah yang ada, kegiatan ini bisa sangat baik untuk ditiru kedepannya. Selain untuk memperdalam ilmu dan teori yang sudah didapat di sekolah, pertemuan seperti ini menurutnya penting untuk pelajar dalam kapasitasnya sebagai warga negara Republik Indonesia.

Semua pelajar ini kata dia, pada waktunya juga akan memiliki hak pilih dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia. Dan jika pandangan tentang politik selalu negatif, tentunya akan berpengaruh pada kepedulian untuk menyukseskan agenda-agenda politik yang ada. Dan seperti diketahui, semakin tinggi partisipasi politik masyarakat, maka kualitas pesta demokrasi yang digelar juga akan lebih baik.

Dia juga berharap agar kunjungan seperti ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bulungan. Bahkan jika perlu kata dia, yang dikunjungi bukan hanya DPRD, tapi juga partai-partai politik yang ada.

"Hal-hal seperti ini harus jadi perhatian Dinas Pendidikan," katanya. (*)

***
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved