Senapan Angin jadi Ancaman Serius Kepunahan Orangutan

Selain tewas, orangutan juga mengalami kondisi yang kritis, seperti cacat permanen.

TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
COP Samarinda menggelar aksi kampanye perlindungan satwa liar orangutan di simpang Mal Lembuswana, Rabu (14/9/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Center for Orangutan Protection (COP) Samarinda menggelar aksi damai di simpang Mal Lembuswana.

Dalam aksinya, massa mengampanyekan tentang tindakan brutal yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab, dengan menembaki satwa liar yang dilindungi itu dengan menggunakan senapan angin.

Bahkan, dari data yang ada sejak tahun 2004 hingga Agustus 2016 ini, terdapat 23 kasus penembakan terhadap orangutan, yang tersebar di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Selain tewas, orangutan juga mengalami kondisi yang kritis, seperti cacat permanen. Para pemburu pun terlebih dahulu menembaki induk orangutan, sebelum membawa anakannya untuk dijual.

Baca: Media Internasional Sebut Orangutan Berada di Ambang Kepunahan

"Senapan angin jadi ancaman serius bagi orangutan, karena setiap orang bisa dapat senapan itu, bahkan bisa dibuat sendiri," ucap Koordinator Kampanye COP Samarinda, Inggrid Christy, Rabu (14/9/2016).

Selain membentang spanduk yang bertuliskan 'senapan angin teror bagi satwa liar', massa aksi juga menggelar teatrikal tentang bagaimana pemburu menembak dan merampas anakan orangutan dari induknya.

Baca: Orangutan Dipindahkan ke Kawasan Konservasi, Pengelola Berupaya Naikkan Jumlah Pengunjung

"Aksi itu juga sebagai kampanye untuk mengajak masyarakat ikut peduli dan melindungi orangutan yang diperkirakan saat ini hanya terdapat kurang dari 4.000 orangutan," kata Inggrid.


TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA -- COP Samarinda menggelar aksi kampanye perlindungan satwa liar orangutan di simpang Mal Lembuswana, Rabu (14/9/2016).

Aksi tersebut tak hanya digelar di Samarinda saja, namun juga di kota-kota lainnya, seperti di Aceh, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya dan Palangkaraya. (*)

*****

Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM

Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co

Dan bergabunglah dengan medsos:

Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved