Awas Demam Berdarah Dengue

ITAGI Sambut Baik Persetujuan Vaksin DBD Pertama

"Kami menyambut baik persetujuan vaksin dengue di Indonesia yang tepat waktu,”

ITAGI Sambut Baik Persetujuan Vaksin DBD Pertama
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue(DBD) di Indonesia masih sangat tinggi.

Kasus DBD di Indonesia selama lima tahun terakhir berkisar empat hingga 103 kejadian dengan sekitar 630 hingga 8.056 kasus.

Jumlah kematian akibat DBD pun berkisar satu hingga 144. Dengan statistik tersebut, rata-rata angka kematian karena DBD selama lima tahun terakhir, artinya berkisar 0,1 hingga 1,8 persen.

Bahkan, pada akhir Januari lalu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, ada 107 kabupaten yang melaporkan serangan DBD dengan 1.669 kasus.

Tercatat adanya peningkatan kejadian lebih besar 39% pada tahun 2016 dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Ikutan Yuk. . . Gappeta Gelar Lomba Foto Demi Gugah Kesadaran Menjaga Hutan

Langkah pencegahan yang dilakukan tampaknya tak cukup untuk menekan kasus DBD di Indonesia. Dibutuhkan vaksin untuk mengatasi kenaikan tajam.

Kabar baiknya, kini vaksin dengue tetravalen milik Sanofi Pasteur telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), untuk melindungi individu yang tinggal di daerah endemik terhadap keempat serotipe dengue.

“Kami menyambut baik persetujuan vaksin dengue di Indonesia yang tepat waktu,” kata Prof. Dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

“Dengue merupakan penyakit hiperendemik di negara kita dan sampai dengan bulan April 2016, terdapat lebih dari 80.000 kasus dengue yang tercatat.”

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved