Breaking News:

Perbatasan

Inilah Bahaya Besar bagi Hutan Apabila Warga Pedalaman Dibukakan Akses Jalan

PEMANDANGAN hijau bak permadani menghampar sejauh mata menatap. Pegunungan dan lembah undak-berundak, menyerupai ombak bekejar-kejaran di samudera

TribunKaltim.co/Domu D Ambarita
Hamparan hutan di pedalaman Kalimantan tampak dari udara. Foto diambil Rabu (24/8/2016). 

PEMANDANGAN hijau bak permadani menghampar sejauh mata menatap. Pegunungan dan lembah undak-berundak, menyerupai ombak yang bekejar-kejaran di samudera luas. Sungguh indah dan permai hutan Kalimantan di kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Penerbangan menggunakan helikopter Bell 412 EP, milik TNI Angkatan Darat yang dioperasikan Kodam VI/Mulawarman, lepas landas Bandar Udara Robert Atty (RA) Bessing Malinau ke Bahsiuk di Desa Longpupung, Kecamatan Krayan Selatan, Kabubaten Nunukan, Kalimantan Utara, ditempuh 50 menit.

Kemudian lanjut dari Bahsiuk ke Apauping, Long Latang, Long Bulan, Long Pujungan dan Long Jelet total penerbangan lanjutan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Dan pemantauan dari udara selama itu, masih tampak hutan lebat di bawah sana.

Sungguh tampak elok memang. Tidak ada tanda-tanda perambahan, dan pembakaran secara sistemik. Sungguh asri. Bangga dan salut buat hutan kita.

Betul, ada beberapa hektare digunakan warga untuk lahan berladang seperti di Apauping dan Long Jelet. Namun penggunaan lahan itu tidak terlihat indikasi massif penebangan hutan.

BACA JUGA: Beginilah Penampakan Gadis Dayak: Kulit Mulus, Wajah Menawan, Pakai Lipstik dan Hak Tinggi

Warga yang bertani tradisionil menggunakan lahan secukupnya untuk berhuma. Dan kalaupun membahar ladang di lokasi pinggiran yang ditebang, mereka membuat demarkasi, sehingga api tidak merambat-membakar ke hutan. Kearifan lokal warga pedalaman yang cukup bagus.

Di darat, ketika penulis ikut prajurit penjaga perbatasan Pos Long Bulan, melakukan perjalanan menyusuri patok batas, sekitar 700 meter dari pos, pepohonan pun masih tampak rindang.

Batang kayu besar-besar, ada yang diameter lebih dari satu meter, berdiri tegak dan lurus menjulang ke angkasa. Sungguh lurus, seakan pakai mistar.

Di kawasan perbatasan tidak tampak tanda-tanda penebangan hutan. Sesekali terlihat memang permukaan tanah warna kemerah-merahan di lokasi yang dahan-dahan pohon tidak rindang.

Halaman
123
Editor: Domu D.Ambarita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved