Pilkada DKI Jakarta

Gara-gara Ini Megawati Disebut Ratna Sarumpaet Gagal Jadi Putri Bangsa

Ratna menyebut Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri gagal merepresentasikan karakter ayahnya, Presiden ke-1 Republik Indonesia Soekarno.

Gara-gara Ini Megawati Disebut Ratna Sarumpaet Gagal Jadi Putri Bangsa
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ratna Sarumpaet memberikan penjelasan setelah diamankan oleh polisi di lokasi penggusuran Luar Batang, Senin (11/4/2016) 

TRIBUNKALTIM.CO - Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet mengungkapkan kekecewaannya atas langkah PDI Perjuangan mengusung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada DKI 2017.

Ratna menyebut Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri gagal merepresentasikan karakter ayahnya, Presiden ke-1 Republik Indonesia Soekarno.

"Kalau saya anak Soekarno, saya enggak akan ikut Ahok. Mega gagal menjadi putri bangsa," ujar Ratna seusai bertemu Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

baca juga : Nyanyian Kader PDIP Berubah 180 Derajat, Dulu Ahok Tumbang Kini Ahok Menang

Ratna lantas menyinggung kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan kasus pembelian lahan Cengkareng Barat yang melibatkan Pemprov DKI Jakarta.

Ia pun menyinggung proyek reklamasi Teluk Jakarta yang menjadi perdebatan.

"Beliau (Ahok) ada kasus korupsinya, masih menyangkut di KPK, karena itu seharusnya sebagai KPU harusnya mereka tolak. Kalau enggak, mereka mendesak KPK gelar perkara biar selesai," kata Ratna.

Pada sore tadi, Ratna bersama massa dari Aliansi Gerakan Selamatkan Jakarta (GSJ) melakukan aksi di depan Kantor KPU DKI.

Mereka meminta KPU meloloskan pasangan calon yang bersih dan tidak terlibat kasus apa pun.

baca juga : Ahok-Djarot Kenakan Baju Kotak-kotak saat Daftar ke KPUD

Siang tadi, Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat mendaftarkan diri ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 ke KPUD.

Mereka didampingi Megawati dan sejumlah politikus yang mewakili tiga partai lain pendukung Ahok-Djarot. Ketiga partai lainnya itu adalah Nasdem, Golkar, Hanura. (Kompas.com/ Nursita Sari)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved