Banjir Bandang di Garut

Tinjau Lokasi Bencana di Garut dan Sumedang, Jokowi Utus Tiga Menteri

Johan Budi juga memastikan, Presiden menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi korban terdampak bencana.

Tinjau Lokasi Bencana di Garut dan Sumedang, Jokowi Utus Tiga Menteri
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Sebuah kendaraan mobil kondisinya terguling dengan terlumuri lumpur akibat banjir bandang di Kampung Sukapadang, Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut, Rabu (21/9). Ratusan rumah hancur dan fasilitas umum mengalami rusak, dan sedikitnya 20 orang meninggal dunia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Presiden Jokowi mengutus tiga menteri, yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono untuk meninjau langsung ke lokasi terjadinya bencanabanjir bandang dan longsor di Garut dan Sumedang, Jawa Barat yang merenggut belasan nyawa warga.

Hal ini dipastikan oleh Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo, Rabu (21/9/2016) kemarin.

Johan Budi juga memastikan, Presiden menyampaikan rasa duka cita yang mendalam bagi korban terdampak bencana.

"Yang pertama menyampaikan tentu ikut berduka mendalam, belasungkawa pada korban yang meninggal akibat bencana alam di Garut dan Sumedang," ujar Johan.

Baca: Detik-detik Jelang Banjir Garut, Warga Seperti Melihat Ombak Tsunami

Tiga menteri yang diutus Presiden untuk memastikan saaran dan prasarana yang rusak akibat bencana tersebut.

"Disusul dan koordinasi dengan Menteri PU-Pera dan jalan-jalan rusak, fasilitas umum yang rusak. Tapi yang langsung diperintah ke sana adalah Mensos dan mungkin menyusul nanti Menkes. Kalau Badan Penanggulangan Bencana Alam kan sudah ada di sana," kata Johan.

Pasca bencana, aktivitas di salah satu rumah sakit, RSUD dr Slamet Garut lumpuh. Kemarin, rumah sakit milik pemerintah itu hanya beraktivitas membersihkan seluruh ruangan dari lumpur.

Direktur RSU dr Slamet, Maskut Farid, menuturkan hari ini poliklinik dan IGD tak bisa beroperasi karena ruangan masih terendap lumpur.

Untuk sementara warga yang harus mendapat perawatan dialihkan ke Rumah Sakit Guntur dan Nurhayati.

"Sebanyak 124 pasien kami evakuasi ke lantai dua. Untuk total pasien yang ada sebanyak 309 orang," kata Maskut.

Baca: Lima Jam Mimin Bertahan di Atap Teriak-teriak Minta Tolong

Untuk penanganan sejumlah operasi yang tak terlalu gawat, lanjut Maskut, ditunda terlebih dulu. Namun untuk operasi yang sangat gawat masih bisa dilakukan. Terkait kerugian yang dialami akibat banjir bandang, Maskut menyebut sebesar Rp 19,955 miliar. Kerugian paling besar dari kerusakan alat kedokteran.

Hingga kemarin, jumlah korban yang telah dievakuasi dan diidentifikasi di RS TNI AD Guntur sebanyak 19 orang.Sedangkan korban selamat yang saat ini mendapatkan penanganan medis dari pihak RS Guntur sebanyak 37 orang. (tribunnews/tribun jabar/kompas.com)

*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved