Cuaca Ekstrem
BPBD Nyatakan Siaga 24 Jam
Sejumlah langkah pun telah dilakukan guna meminimalisir terjadinya bencana yang mengakibatkan korban jiwa.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Antisipasi terhadap bencana yang terjadi di Kota Samarinda terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.
Sejumlah langkah pun telah dilakukan guna meminimalisir terjadinya bencana yang mengakibatkan korban jiwa.
BPBD Kota Samarinda menyatakan siaga dalam 24 jam, bahkan sudah membangun 11 posko kedaruratan yang berfungsi melakukan langkah awal jika terjadi bencana, mulai kebakaran, longsor hingga banjir.
"Kalau dibilang kesiapan kami dalam cuaca ekstrem sejak dulu kami selalu siap dan siaga. 24 Jam kami siaga, personel BPBD sudah tersebar di masing-masing kecamatan. Kami sudah punya 11 posko kedaruratan," ungkap Kabid Penanggulangan Bencana dan Operasioal BPBD Kota Samarinda, Makmur Santoso, Kamis (22/9/2016).
Baca: Hujan di Malam Hari, Warga di Daerah Rawan Banjir tak Bisa Tidur Nyenyak
Sebagai informasi, setiap posko kedaruratan BPBD terdapat 18 personel, terbagi 3 regu, yang bertugas 3 shift.
Setiap regu diisi 6 personel. Mereka bertanggung jawab melakukan penanganan awal, sebelum datangnya bantuan ke lokasi bencana. Personel dituntut memberikan informasi yang jelas dan benar.
Setiap posko kedaruratan dibekali perlengkapan kedaruratan, seperti mobil unit tangki, lengkap dengan alat pemadaman kebakaran, hingga perlengkapan lainnya yang dapat digunakan jika terjadi kondisi darurat.
Kendati demikian, Makmur mengeluhkan tentang armada yang sudah cukup tua. BPBD hanya memiliki 2 armada mobil tangki yang tergolong masih baru. Namun demikian, hal itu tidak membuat pihaknya melakukan tugas dengan setengah hati.
Baca: Antisipasi Banjir, Warga Angkut Kasur saat Hujan
"Kami masih kekurangan personel, peremajaan armada, karena 75 persen armada kami sudah tua. Kalau ada bencana longsor kami juga punya eksavator, tapi untuk lakukan penggalian kami juga kerap bekerja sama dengan instansi lain," ungkapnya.
Terpisah, Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Samarinda Muhammad Yusuf menuturkan, pihaknya juga selalu siap turun jika terjadi bencana. Bahkan, kerap terlibat dalam sejumlah evakuasi terhadap warga yang terkena bencana.
"Peralatan dan perlengkapan kami siaga, termasuk personel yang kami jumlahnya 201 anggota, orang, dan sekitar 20 anggota kami akan turun jika terjadi bencana, " ungkapnya.
Perlengkapan seperti tenda dapur umum dengan perlengkapan masak dengan bahan masakannya selalu siaga jika dibutuhkan untuk para korban, bahkan pihaknya juga memiliki sejumlah perlengkapan pengungsian, seperti tenda darurat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/banjir-jalan-beller_20160923_103355.jpg)